medcom.id, Jakarta: Wali murid Taman Kanak-nakan Jakarta International School atau JIS mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Mereka mengadukan nasib anak mereka yang tidak bisa sekolah sejak 14 Agustus 2014. Mereka mengadu dan ingin sekolah TK JIS dibuka kembali. TK JIS ditutup setelah terungkap ada dugaan pelecehan seksual terhadap murid.
"Ini kan hak anak untuk mendapat pendidikan, mereka ini harusnya masuk sejak 14 Agustus lalu. Ya kami minta agar Komnas HAM menfasilitasi untuk solusi bagi anak anak kami," kata Intim Solachma, juru bicara dari 12 orang tua murid TK JIS di Kantor Komnas HAM Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/9/2014).
Intim Solachma mengatakan, penutupan TK JIS membuat psikologis sebagian anak terganggu. Para orang tua itu meminta pemerintah memperhatikan kepentingan anak-anak untuk mendapat pendidikan.
"Sebagian anak-anak terganggu psikologinya karena tidak tahu kenapa mereka tidak bisa sekolah. Kami minta pemerintah melihat kepentingan anak anak ini. Silahkan kasus hukum terus berjalan, tapi anak juga tidak kehilangan haknya," kata Intim.
Intim Solachma mewakili 12 orang tua murid TK JIS yang mengadu ke Komnas HAM pukul 13.18 WIB. Ia mengklaim mewakili 200-an anak TK yang nasibnya kurang lebih sama: tidak bisa sekolah. Kegundahan orang tua murid ini disampaikan langsung kepada Nur Kholis selaku Komisoner Komnas HAM.
medcom.id, Jakarta: Wali murid Taman Kanak-nakan Jakarta International School atau JIS mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Mereka mengadukan nasib anak mereka yang tidak bisa sekolah sejak 14 Agustus 2014. Mereka mengadu dan ingin sekolah TK JIS dibuka kembali. TK JIS ditutup setelah terungkap ada dugaan pelecehan seksual terhadap murid.
"Ini kan hak anak untuk mendapat pendidikan, mereka ini harusnya masuk sejak 14 Agustus lalu. Ya kami minta agar Komnas HAM menfasilitasi untuk solusi bagi anak anak kami," kata Intim Solachma, juru bicara dari 12 orang tua murid TK JIS di Kantor Komnas HAM Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/9/2014).
Intim Solachma mengatakan, penutupan TK JIS membuat psikologis sebagian anak terganggu. Para orang tua itu meminta pemerintah memperhatikan kepentingan anak-anak untuk mendapat pendidikan.
"Sebagian anak-anak terganggu psikologinya karena tidak tahu kenapa mereka tidak bisa sekolah. Kami minta pemerintah melihat kepentingan anak anak ini. Silahkan kasus hukum terus berjalan, tapi anak juga tidak kehilangan haknya," kata Intim.
Intim Solachma mewakili 12 orang tua murid TK JIS yang mengadu ke Komnas HAM pukul 13.18 WIB. Ia mengklaim mewakili 200-an anak TK yang nasibnya kurang lebih sama: tidak bisa sekolah. Kegundahan orang tua murid ini disampaikan langsung kepada Nur Kholis selaku Komisoner Komnas HAM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DOR)