Ilustrasi penerapan PSBB/Antara/Sigid Kurniawan
Ilustrasi penerapan PSBB/Antara/Sigid Kurniawan

1.145 Perusahaan di Jakarta Langgar PSBB

Nasional dki jakarta Virus Korona virus corona PSBB
Sri Yanti Nainggolan • 13 Mei 2020 20:12
Jakarta: Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnaker) DKI Jakarta mencatat 1.145 perusahaan melanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak 14 April 2020 hingga 13 Mei 2020. Total sebanyak 152.726 pekerja atau buruh melanggar aturan tersebut.
 
"Sebanyak 190 perusahaan yang tidak dikecualikan namun tetap melakukan kegiatan usahanya telah dilakukan penghentian sementara kegiatannya," ujar Kepala Disnaker DKI Jakarta Andri Yansyah di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2020.
 
Andri menuturkan sebanyak 16.594 pekerja diberhentikan sementara. Pemberhentian sementara paling banyak di Jakarta Utara dengan jumlah 37 perusahaan yang mempekerjakan 7.670 buruh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:55.580 Pelanggaran Aturan PSBB Terjadi di Jakarta
 
Sebanyak 287 perusahaan dengan 53.697 pekerja diberi peringatan atau pembinaan. Pemberian peringatan atau teguran juga paling banyak diberikan di Jakarta Utara dengan jumlah 94 perusahaan yang mempekerjakan 19.677 buruh.
 
Dia menuturkan perusahaan-perusahaan itu tidak masuk dalam 11 sektor terkecualikan tetapi memiliki izin Kementerian Perindustrian dan tetap beroperasi. Namun, mereka tidak menjalankan protokol kesehatan secara menyeluruh.
 
Lalu, 668 perusahaan dengan 82.435 pekerja yang masuk dalam sektor terkecualikan mendapat peringatan. Pasalnya, mereka tidak menjalankan protokol kesehatan secara menyeluruh. Pemberian peringatan paling banyak di Jakarta Utara dengan jumlah 140 perusahaan yang mempekerjakan 25.534 buruh.
 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang PSBB. Perpanjangan demi menekan penyebaran virus korona (covid-19).
 
"Kami memutuskan pelaksanaan PSBB diperpanjang 28 hari. Mulai 24 April 2020 sampai 22 Mei 2020," kata Anies di Balai Kota, DKI Jakarta, Rabu, 22 April 2020.
 
Dia menuturkan pembatasan juga diperpanjang lantaran masih banyak masyarakat yang belum patuh pada aturan PSBB. Anies masih menemukan perusahaan di luar sektor khusus beroperasi dan masyarakat berkerumun.
 

(ADN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif