Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza. DOK Istimewa
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza. DOK Istimewa

DKI Tetap Berlakukan Sanksi Denda Rp5 Juta Bagi Penolak Vaksin Covid-19

Nasional Virus Korona pemprov dki vaksin covid-19
Fachri Audhia Hafiez • 05 Januari 2021 05:24
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan sanksi denda Rp5 juta bagi penolak vaksin tetap berlaku. Aturan termuat dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2020
 
"Pemberian sanksi karena menolak divaksinasi sesuai Perda Covid-19 dapat dilakukan bagi yang menolak divaksin, padahal memenuhi kriteria penerima vaksin," kata Riza saat dihubungi, Senin, 4 Januari 2021.
 
Masyarakat yang memenuhi kriteria divaksin covid-19 akan menerima short message service (SMS) blast dan wajib mengikuti program tersebut. Aturan merujuk Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/12757/2020 tentang Penetapan Sasaran Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yang ditetapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 28 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca: DKI Jakarta Terima 120.050 Vaksin Covid-19 Tahap Pertama)
 
"Pengecualian bagi masyarakat yang tidak memenuhi kriteria penerima vaksin covid-19 sesuai dengan indikasi vaksin covid-19 yang tersedia," ujar Riza.
 
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyusun tahapan pelaksanaan vaksinasi covid-19 untuk kelompok prioritas pertama. Program itu akan menyasar 20.473 orang per hari.
 
Penerima vaksin tahap pertama ditujukan kepada tenaga kesehatan dengan jumlah 119.145 orang. Pemprov DKI menyiapkan 453 fasilitas kesehatan pelaksana vaksinasi covid-19 untuk mencapai sasaran tersebut.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif