Area dagang di Jati Baru Tanah Abang/Medcom.id/Adin
Area dagang di Jati Baru Tanah Abang/Medcom.id/Adin

Pendapatan PKL Jati Baru Meningkat

M Sholahadhin Azhar • 24 Desember 2017 15:17
Jakarta:  Penataan pedagang kaki lima (PKL) di Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta  Pusat, menjadi berkah bagi pelaku usaha. Omzet mereka naik sejak diberi lokasi khusus.
 
"Kemarin Sabtu itu (omzetnya) dapat Rp700 ribu, kalau hari biasa Rp500 ribu. Dulu mah enggak segini," kata seorang pedagang baju Said di lokasi, Minggu, 24 Desember 2017.
 
Sebelumnya, PKL yang menjual produk tekstil rata-rata hanya mengantongi Rp300-400 ribu sehari.

Penjual busana muslim asal Tangerang Robi merasakan hal sama. Menurutnya, lapak khusus bagi PKL menggenjot pemasukan mereka.
 
"Kita dulu enggak segini. Paling hanya Rp300 ribu, itu juga kan dikurangin modalnya," kata Robi.
 
PKL lainnya, Riki, menilai tata kelola sementara kawasan Jati Baru sangat menguntungkan. Mmasyarakat bisa langsung berbelanja setelah keluar dari Stasiun Tanah Abang.
 
"Minimal kita dua kali pendapatan lah, apalagi hari libur seperti ini," ujar Riki.
 
PKL bebas berdagang di jalan dan disediakan tenda khusus berwarna biru dan merah. Kendaraan tidak akan bisa melintas di area itu lagi. Saat ini, kawasan Jati Baru Raya mulai diberi pembatas beton berwarna kuning dengan tinggi 1 meter.
 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meyakini penataan PKL Tanah Abang tidak akan menimbulkan kecemburuan sosial. Pihaknya telah mendata sekitar 426 PKL di kawasan itu untuk menempati salah satu lajur di Jalan Jati Baru Raya.
 
"Kita reses dari 400 PKL itu sebetulnya berhubungan sama pemilik toko. Jadi mereka yang punya toko di dalam itu front office," ujar Sandi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>