medcom.id, Jakarta: Siti Nurhayati, 23, karyawan TransJakarta yang tewas di halte Busway Mangga Besar diketahui teriak minta tolong saat kejadian. Sang kekasih, Niko Adelai, 23, berusaha menolong. Namun Nahas keduanya malah tewas tersengat listrik tegangan tinggi.
Saksi mata, Soleh, 37, menceritakan, insiden itu terjadi saat hujan deras. Air menggenangin sekitar Halte Mangga Dua. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Sebelum kejadian, Niko dan Siti jalan bersama menuruni tangga halte. Tiba-tiba Siti yang berjalan di depan Niko berteriak minta tolong. "Begitu teriak, langsung ditarik sama Niko. Mungkin Niko juga ikut kesetrum," kata Soleh di Jalan Mangga Dua Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2015).
Dia bercerita, di belakang korban ada tiga penumpang TransJakarta hendak menolong. Melihat tubuh korban yang mengenaskan dan takut tersengat, ketiga penumpang tersebut langsung meminta tolong kepada petugas TransJakarta yang masih bertugas.
"Begitu ada kerumunan saya langsung datang. Korban langsung dibawa ke atas Halte," katanya.
Yanto, 49, pedagang minuman botol yang berjualan di lokasi itu mengatakan, area Halte Mangga Dua, Sawah Besar, Jakarta Pusat, merupakan kawasan langganan banjir. Hujan satu jam, sudah bisa merendam Jalan Mangga Dua Raya.
Dirinya mengakui sering terjadi sengatan listrik di area halte Mangga Dua. Dia kerap merasakan aliran listrik saat hujan turun namun dalam skala kecil.
Yanto awalnya berjualan di dekat tiang listrik dan tiang lampu penerang jalan, lokasi tewasnya Siti dini hari tadi. Lantaran tempat daganganya dipasang garis polisi, Yanto pindah ke lokasi yang tidak jauh dari halte. "Saya sering merasakan aliran listrik," kata pria yang sudah berjualan minuman 29 tahun itu.
medcom.id, Jakarta: Siti Nurhayati, 23, karyawan TransJakarta yang tewas di halte Busway Mangga Besar diketahui teriak minta tolong saat kejadian. Sang kekasih, Niko Adelai, 23, berusaha menolong. Namun Nahas keduanya malah tewas tersengat listrik tegangan tinggi.
Saksi mata, Soleh, 37, menceritakan, insiden itu terjadi saat hujan deras. Air menggenangin sekitar Halte Mangga Dua. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Sebelum kejadian, Niko dan Siti jalan bersama menuruni tangga halte. Tiba-tiba Siti yang berjalan di depan Niko berteriak minta tolong. "Begitu teriak, langsung ditarik sama Niko. Mungkin Niko juga ikut kesetrum," kata Soleh di Jalan Mangga Dua Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2015).
Dia bercerita, di belakang korban ada tiga penumpang TransJakarta hendak menolong. Melihat tubuh korban yang mengenaskan dan takut tersengat, ketiga penumpang tersebut langsung meminta tolong kepada petugas TransJakarta yang masih bertugas.
"Begitu ada kerumunan saya langsung datang. Korban langsung dibawa ke atas Halte," katanya.
Yanto, 49, pedagang minuman botol yang berjualan di lokasi itu mengatakan, area Halte Mangga Dua, Sawah Besar, Jakarta Pusat, merupakan kawasan langganan banjir. Hujan satu jam, sudah bisa merendam Jalan Mangga Dua Raya.
Dirinya mengakui sering terjadi sengatan listrik di area halte Mangga Dua. Dia kerap merasakan aliran listrik saat hujan turun namun dalam skala kecil.
Yanto awalnya berjualan di dekat tiang listrik dan tiang lampu penerang jalan, lokasi tewasnya Siti dini hari tadi. Lantaran tempat daganganya dipasang garis polisi, Yanto pindah ke lokasi yang tidak jauh dari halte. "Saya sering merasakan aliran listrik," kata pria yang sudah berjualan minuman 29 tahun itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)