Ilustrasi reklamasi - Medcom.id.
Ilustrasi reklamasi - Medcom.id.

Jakpro Bungkam Soal Pengelolaan Pulau Reklamasi

Nasional reklamasi teluk jakarta
Nur Azizah • 18 Juni 2019 20:16
Jakarta: Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto bungkam saat dicecar ihwal pengelolaan pulau reklamasi. Dwi menyampaikan pihaknya memiliki program tersendiri untuk mengelola pulau buatan itu.
 
"Ada kok nanti programnya dan segala macam," kata Dwi di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Juni 2019.
 
Dwi berjanji bakal menjelaskan pada media secara khusus terkait program tersebut. Ia memastikan akan bekerja sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Minggu ini (dijelaskan)," ucap Dwi singkat.
 
Anies menugaskan PT Jakpro untuk mengelola pulau C, D dan G reklamasi. Tugas itu tertuang dalam Perda 120 tahun 2018 tentang penugasan kepada PT Jakpro untuk mengelola lahan hasil reklamasi Pantai Utara Jakarta. Perda dikeluarkan pada 9 November 2018.
 
Dalam Pasal II disebut PT Jakpro berhak mengelola lahan kontribusi sesuai dengan panduan rancangan kota. PT Jakrpro juga diperbolehkan melakukan kerja sama pengelolaan sarana, prasarana, dan fasilitas umum lainnya pada pemegang izin pelaksanaan reklamasi kepada Pemprov.
 
(Baca juga:Walhi Sebut Anies Tunduk Pada Pengusaha)
 
Sarana, prasarana, dan fasilitas yang bisa dikelola PT Jakrpro ialah rumah susun untuk masyarakat berpenghasilan rendah, restoran ikan, kantor pemerintah, dermaga, pasar tematik, dan tempat ibadah. Anies mengatakan, pihaknya meminta PT Jakpro untuk menyusun penataan pulau reklamasi.
 
"Kami menugaskan Jakpro untuk mengelola lahan yang nanti akan digunakan. Dengan begitu nanti kami akan minta Jakpro untuk menyusun rencana presentasi ke pemerintah. Baru dari situ kami bekerja," kata Anies beberapa waktu lalu.
 
Berdasarkan status kepemilikan, pulau C dan D milik PT Kapuk Naga Indah, sedangkan pulau G milik PT Muara Wisesa Samudra. Tiga pulau itu sudah disegel.
 
"Nanti kalau rencananya sudah jadi dari Jakpro kami beritahu (ke pengembang). Sekarang kan Jakpro lagi ditugaskan, dia buat perencanaan, setelah itu baru kami bicara semuanya," ungkapnya.
 
Alasan Anies memilih PT Jakpro lantaran perusahaan pelat merah itu paling paham mengenai pembangunan. "Dari sisi relevansi paling relevan," imbuh dia.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif