medcom.id, Jakarta: Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andriansyah mengatakan, banyak masyarakat mengeluhkan proses uji KIR. DKI hanya memiliki 3 tempat pengujian kendaraan bermotor (PKB).
Menurut Andri, salah satu keluhan masyarakat adalah antrean di sejumlah PKB. Antrean mengular dan tak jarang melahirkan kemacetan. Untuk itu, pihak Dishub akan mencoba mencari tempat baru buat masyarakat agar lebih mudah uji KIR.
"Bagaimana enggak bikin macet? Yang kita punya sekarang cuma 3 lokasi; Pulogadung, Ujung Menteng, dan Cilincing," tegas Andri di kantor Dishub, Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2015).
Tiga lokasi uji KIR yang ada pun bisa dibilang minim lahan. Cuma ada tujuh lajur, masing-masing dua di Pulogadung, tiga di Menteng, dan dua lainnya di Cilincing.
Idealnya, tambah Andri, satu lajur maksimal melayani 100 mobil. Namun, pada kenyataannya saat ini satu lajur melayani hingga 250 kendaraan. Tempat uji KIR rata-rata melayani 600-700 kendaraan per hari.
"Jadinya sesak, sehingga tidak semua kendaraan bisa langsung uji KIR. Maka kemarin kita terapkan sistem booking," sambung dia.
Selain itu, ada dua tempat PKB yang baru beroperasi di Kedaung dan Jagakarsa, namun sempat ditutup karena bermasalah. Namun, kini keduanya sudah mulai bisa digunakan kembali.
"Akhirnya kita rekomendasi, bisa enggak Kedaung dan Jagakarsa dibuka lagi? Kalau untuk jangka pendek Jagakarsa bisa jadi pilihan," jelas dia.
Ia menambahkan, "Soalnya mesin masih bagus. Jagakarsa juga punya 5 lajur, jadi kan total nantinya 12. Dan di ujung Menteng bisa tambah 1 lagi. Kami sih harapkan tahun ini bisa berjalan," kata dia.
Jika rekomendasi tersebut bisa direalisasikan, Andri menjamin uji kir bisa dilakukan optimal. Apalagi jika PKB di Kedaung juga bisa digunakan kembali.
"Bagusnya lagi Kedaung buka dan kalau terminal Rawa Buaya sudah jadi, terminal Kalideres akan dipindah, dan Kalideres bisa jadi tempat uji kir yang baru," tandasnya.
Ditemui di tempat yang sama, Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Ellen Tankudung sepakat jika Dishub bisa menambah tempat PKB. Pasalnya, menurut dia saat ini jumlahnya saat ini belum ideal.
"Idealnya harus ada 21 lajur di satu kota. Sekarang di Jakarta kan cuma ada 7 lajur di tiga lokasi," tandasnya.
medcom.id, Jakarta: Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andriansyah mengatakan, banyak masyarakat mengeluhkan proses uji KIR. DKI hanya memiliki 3 tempat pengujian kendaraan bermotor (PKB).
Menurut Andri, salah satu keluhan masyarakat adalah antrean di sejumlah PKB. Antrean mengular dan tak jarang melahirkan kemacetan. Untuk itu, pihak Dishub akan mencoba mencari tempat baru buat masyarakat agar lebih mudah uji KIR.
"Bagaimana enggak bikin macet? Yang kita punya sekarang cuma 3 lokasi; Pulogadung, Ujung Menteng, dan Cilincing," tegas Andri di kantor Dishub, Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2015).
Tiga lokasi uji KIR yang ada pun bisa dibilang minim lahan. Cuma ada tujuh lajur, masing-masing dua di Pulogadung, tiga di Menteng, dan dua lainnya di Cilincing.
Idealnya, tambah Andri, satu lajur maksimal melayani 100 mobil. Namun, pada kenyataannya saat ini satu lajur melayani hingga 250 kendaraan. Tempat uji KIR rata-rata melayani 600-700 kendaraan per hari.
"Jadinya sesak, sehingga tidak semua kendaraan bisa langsung uji KIR. Maka kemarin kita terapkan sistem booking," sambung dia.
Selain itu, ada dua tempat PKB yang baru beroperasi di Kedaung dan Jagakarsa, namun sempat ditutup karena bermasalah. Namun, kini keduanya sudah mulai bisa digunakan kembali.
"Akhirnya kita rekomendasi, bisa enggak Kedaung dan Jagakarsa dibuka lagi? Kalau untuk jangka pendek Jagakarsa bisa jadi pilihan," jelas dia.
Ia menambahkan, "Soalnya mesin masih bagus. Jagakarsa juga punya 5 lajur, jadi kan total nantinya 12. Dan di ujung Menteng bisa tambah 1 lagi. Kami sih harapkan tahun ini bisa berjalan," kata dia.
Jika rekomendasi tersebut bisa direalisasikan, Andri menjamin uji kir bisa dilakukan optimal. Apalagi jika PKB di Kedaung juga bisa digunakan kembali.
"Bagusnya lagi Kedaung buka dan kalau terminal Rawa Buaya sudah jadi, terminal Kalideres akan dipindah, dan Kalideres bisa jadi tempat uji kir yang baru," tandasnya.
Ditemui di tempat yang sama, Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Ellen Tankudung sepakat jika Dishub bisa menambah tempat PKB. Pasalnya, menurut dia saat ini jumlahnya saat ini belum ideal.
"Idealnya harus ada 21 lajur di satu kota. Sekarang di Jakarta kan cuma ada 7 lajur di tiga lokasi," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)