medcom.id, Jakarta: Operasi penyakit masyarakat di Kalijodo sudah selesai. Polisi menggeledah sebanyak 66 kafe.
Hasil operasi, polisi mengamankan 33 senjata tajam, dua palu, delapan linggis, tiga tang, sembilan obeng, satu senapan angin, 436 anak panah, dua celurit, sembilan golok, satu sangkur, satu gunting, satu pahat, satu pisau, satu tombak, delapan ketapel, dan 22 karet ketapel.
Polisi menangkap sembilan pemilik kafe, tiga orang diduga pengguna narkoba, dua orang diduga memiliki senjata tajam, dan tiga pekerja seks komersial.
"Untuk tiga orang yang positif narkoba, dua pria dan satu wanita, yaitu Sandi Prayogo, Rizal Saefudin, dan Lani Nurani. Satu bong ditemukan dari tangan Rizal. Ketiganya positif metamfetamine dan amfetamine," Kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes M. Iqbal di Jalan Kepanduan II, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (20/2/2016).
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Polisi Eko Daniyanto menambahkan, petugas gabungan menemukan 9.923 botol minuman keras dan 166 kotak alat kontrasepsi.
Satu mobil truk membawa ratusan krat berisi ribuan botol minuman keras tersebut. Barang sitaan mayoritas diambil dari Intan Cafe milik Daeng Aziz, tokoh masyarakat setempat.
Kafe Ayu Sari, salah satu yang digeledah petugas. Saat ini, kafe bercat hijau tua itu sudah berhenti beroperasi.
Kondisi kafe berantakan ditinggal muncikari dan para wanita pekerja seks komersial. Alat kontrasepsi bertebaran di sudut-sudut bangunan berlantai dua itu.
Operasi penyakit masyarakat di Kalijodo melibatkan lebih dari enam ribu petugas gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP. Operasi ini bagian dari rencana Pemerintah menggusur bangunan di kawasan itu.
Selanjutnya, Pemerintah akan membangun ruang terbuka hijau di Kalijodo. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, kemungkinan pembangunan ruang terbuka hijau di Kalijodo didanai perusahaan swasta.
medcom.id, Jakarta: Operasi penyakit masyarakat di Kalijodo sudah selesai. Polisi menggeledah sebanyak 66 kafe.
Hasil operasi, polisi mengamankan 33 senjata tajam, dua palu, delapan linggis, tiga tang, sembilan obeng, satu senapan angin, 436 anak panah, dua celurit, sembilan golok, satu sangkur, satu gunting, satu pahat, satu pisau, satu tombak, delapan ketapel, dan 22 karet ketapel.
Polisi menangkap sembilan pemilik kafe, tiga orang diduga pengguna narkoba, dua orang diduga memiliki senjata tajam, dan tiga pekerja seks komersial.
"Untuk tiga orang yang positif narkoba, dua pria dan satu wanita, yaitu Sandi Prayogo, Rizal Saefudin, dan Lani Nurani. Satu bong ditemukan dari tangan Rizal. Ketiganya positif metamfetamine dan amfetamine," Kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes M. Iqbal di Jalan Kepanduan II, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (20/2/2016).
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Polisi Eko Daniyanto menambahkan, petugas gabungan menemukan 9.923 botol minuman keras dan 166 kotak alat kontrasepsi.
Satu mobil truk membawa ratusan krat berisi ribuan botol minuman keras tersebut. Barang sitaan mayoritas diambil dari Intan Cafe milik Daeng Aziz, tokoh masyarakat setempat.
Kafe Ayu Sari, salah satu yang digeledah petugas. Saat ini, kafe bercat hijau tua itu sudah berhenti beroperasi.
Kondisi kafe berantakan ditinggal muncikari dan para wanita pekerja seks komersial. Alat kontrasepsi bertebaran di sudut-sudut bangunan berlantai dua itu.
Operasi penyakit masyarakat di Kalijodo melibatkan lebih dari enam ribu petugas gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP. Operasi ini bagian dari rencana Pemerintah menggusur bangunan di kawasan itu.
Selanjutnya, Pemerintah akan membangun ruang terbuka hijau di Kalijodo. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, kemungkinan pembangunan ruang terbuka hijau di Kalijodo didanai perusahaan swasta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)