medcom.id, Jakarta: Polda Metro Jaya membantah ada tersangka buron dalam kejahatan seksual terhadap bocah di Taman Kanak-kanak Jakarta International School (JIS), Jakarta Selatan. Polisi memastikan ada enam tersangka dalam kasus itu, salah satunya meninggal karena bunuh diri.
"Tidak ada yang buron, ada enam tersangka, satu meninggal. Jadi yang ada sekarang lima," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Polda Metro Jaya, Jalan Panglima Sudirman, Jakarta, Senin (28/4/2014).
Satu tersangka yang tewas bernama Azwar (28). Ia meninggal setelah menenggak cairan pembersih toilet. Setelah diperiksa di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya, Sabtu (26/4/2014) siang, Azwar izin untuk buang air besar.
Selang lima menit kemudian, polisi yang mengawal Azwar tiba-tiba mendengar suara mencurigakan seperti orang ngorok. Pintu toilet didobrak, nampak Azwar sudah melintang di dalam toilet.
Informasi adanya tersangka buron terjadi lantaran informasi yang simpang siur. Pengacara Azwar, Irfan Fahmi, menjelaskan saat memublikasikan lima tersangka kasus sodomi lewat konferensi pers, Sabtu (26/4/2014), polisi tidak menyebut nama Azwar. Padahal, Azwar sudah dijemput di rumah dini hari sebelumnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto dan Direktur Reskrimum Kombes Heru Pranoto menampilkan lima tersangka. Para pesakitan adalah Agun Iskandar alias AG (25), Virgiawan alias Awan, Syahrial alias SY (20), Zaenal alias ZA (25), dan Afrischa Setyani alias AF (24). Heru Pranoto menyebut ada satu tersangka yang masih dicari alias buron, tanpa menyebut Azwar.
Sore harinya, Irfan mendapatkan informasi Azwar sudah tak bernyawa. Polisi membantah kecolongan dalam peristiwa tersebut. Menurut Rikwanto semua sudah dilakukan sesuai standar operasional, baik pengamanan dan pertolongan.
"Tidak ada kecolongan, prosedur sesuai standar sudah dilaksanakan. Itu diluar perkiraan. SOP pengamanan dan SOP pertolongan sudah dilakukan," ujar Rikwanto.
Aksi nekat Azwar, yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, diduga karena malu dan tertekan atas perbuatannya. Terlebih, dalam waktu dekat ini Azwar akan melangsungkan pernikahan dengan sang kekasih.
medcom.id, Jakarta: Polda Metro Jaya membantah ada tersangka buron dalam kejahatan seksual terhadap bocah di Taman Kanak-kanak Jakarta International School (JIS), Jakarta Selatan. Polisi memastikan ada enam tersangka dalam kasus itu, salah satunya meninggal karena bunuh diri.
"Tidak ada yang buron, ada enam tersangka, satu meninggal. Jadi yang ada sekarang lima," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Polda Metro Jaya, Jalan Panglima Sudirman, Jakarta, Senin (28/4/2014).
Satu tersangka yang tewas bernama Azwar (28). Ia meninggal setelah menenggak cairan pembersih toilet. Setelah diperiksa di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya, Sabtu (26/4/2014) siang, Azwar izin untuk buang air besar.
Selang lima menit kemudian, polisi yang mengawal Azwar tiba-tiba mendengar suara mencurigakan seperti orang ngorok. Pintu toilet didobrak, nampak Azwar sudah melintang di dalam toilet.
Informasi adanya tersangka buron terjadi lantaran informasi yang simpang siur. Pengacara Azwar, Irfan Fahmi, menjelaskan saat memublikasikan lima tersangka kasus sodomi lewat konferensi pers, Sabtu (26/4/2014), polisi tidak menyebut nama Azwar. Padahal, Azwar sudah dijemput di rumah dini hari sebelumnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto dan Direktur Reskrimum Kombes Heru Pranoto menampilkan lima tersangka. Para pesakitan adalah Agun Iskandar alias AG (25), Virgiawan alias Awan, Syahrial alias SY (20), Zaenal alias ZA (25), dan Afrischa Setyani alias AF (24). Heru Pranoto menyebut ada satu tersangka yang masih dicari alias buron, tanpa menyebut Azwar.
Sore harinya, Irfan mendapatkan informasi Azwar sudah tak bernyawa. Polisi membantah kecolongan dalam peristiwa tersebut. Menurut Rikwanto semua sudah dilakukan sesuai standar operasional, baik pengamanan dan pertolongan.
"Tidak ada kecolongan, prosedur sesuai standar sudah dilaksanakan. Itu diluar perkiraan. SOP pengamanan dan SOP pertolongan sudah dilakukan," ujar Rikwanto.
Aksi nekat Azwar, yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, diduga karena malu dan tertekan atas perbuatannya. Terlebih, dalam waktu dekat ini Azwar akan melangsungkan pernikahan dengan sang kekasih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DOR)