Ilustrasi. Pemprov DKI Jakarta menyiapkan sejumlah sekolah sebagai tempat tinggal tenaga medis dan ruang isolasi pasien covid-19. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ilustrasi. Pemprov DKI Jakarta menyiapkan sejumlah sekolah sebagai tempat tinggal tenaga medis dan ruang isolasi pasien covid-19. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

24 Gedung Sekolah di Jaktim Disulap untuk Penanganan Covid-19

Zaenal Arifin • 21 April 2020 16:13
Jakarta: Dinas Pendidikan DKI Jakarta memerintahkan wilayah menyiapkan gedung sekolah yang punya asrama untuk membantu menangani kasus virus korona (covid-19). Namun, tak ada sekolah di Jakarta Timur memiliki kriteria tersebut.
 
"Dinas Pendidikan mengutamakan tempat yang ada wisma dan asrama," kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Timur Ade Narun melalui sambungan telepon di Jakarta, Selasa, 21 April 2020.
 
Karena itu, ungkap Ade, 24 gedung sekolah negeri SD, SMP, SMA, dan SMK di Jaktim bakal dijadikan gedung serbaguna. Gedung sekolah yang tersedia rencananya dipakai sebagai tempat aktivitas tenaga medis, penyimpanan logistik, hingga ruang isolasi pasien covid-19.

Fasilitas pendukung gedung serbaguna covid-19 itu akan dipenuhi instansi terkait seperti Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kecamatan, dan kelurahan. Suku Dinas Pendidikan Jaktim hanya bertugas menyiapkan gedung.
 
"Kami sudah koordinasi dengan kepala sekolah untuk dibersihkan tempatnya," ungkapnya.
 
Adapun 24 sekolah di Jaktim yang akan dijadikan tempat penanganan kasus covid-19 ialah:
1. SMPN 139 Duren Sawit
2. SMPN 195 Duren Sawit
3. SMPN 202 Duren Sawit
4. SMAN 71 Duren Sawit
5. SDN 02 Rawamangun
6. SDN 05 Rawamangun
7. SDN 01 Jatinegara Kaum
8. SDN 03 Jatinegara Kaum
9. SMPN 232 Pulo Gadung
10. SMKN 7 Pulo Gadung
11. SMKN 26 di Pulo Gadung
12. SDN Penggilingan 03
13. SDN Penggilingan 04
14. SDN Penggilingan 09
15. SMPN 256 Cakung
16. SMAN 54 Jatinegara
17. SMAN 62 Jatinegara
18. SDN Pisangan Baru 01
19. SMKN 5 Matraman
20. SMAN Unggulan MH Thamrin
21. SMKN 24 Cipayung
22. SMKN 66 Cipayung
23. SMKN 68 di Ciracas
24. Gifted School Cawang di Kecamatan Kramat Jati.
 
Baca: Jakarta Siapkan Gedung Isolasi Jika Positif Korona Membeludak
 
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menggunakan gedung-gedung di Ibu Kota sebagai tempat isolasi jika kasus positif virus korona (covid-19) semakin membeludak. Apalagi, fasilitas kesehatan di Jakarta belum mampu menangani secara maksimal.
 
Dia mengandaikan jika terdapat 8.000 kasus positif covid-19, 20 persen di antaranya membutuhkan perawatan rumah sakit, maka kondisi itu sangat membebani. Oleh karena itu, dibutuhkan gedung yang lain selain rumah sakit.
 

Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini: https://www.medcom.id/corona
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>