Politikus Gerindra Syarif. Foto: Medcom.id
Politikus Gerindra Syarif. Foto: Medcom.id

Politikus Gerindra Tolak Pembangunan Hotel di TIM

Nasional transisi taman ismail marzuki
Cindy • 26 November 2019 13:57
Jakarta: Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif tak setuju pembangunan hotel bintang lima di Taman Ismail Marsuki (TIM), Jakarta. Syarif menyebut biaya pemeliharaan besar.
 
"Prinsip saya enggak setuju, kalau dibangun ada pembiayaan maintenance, itu harusnya dipikirkan," kata Syarif di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 26 November 2019.
 
Syarif yakin upaya revitalisasi TIM demi tujuan yang lebih baik. Pemprov DKI diminta menyosialisasikan revitalisasi pada berbagai forum seniman Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia yakin penolakan dapat diatasi. Asalkan, Pemprov DKI melakukan pendekatan yang benar.
 
"Duduk bareng lah dengan seniman dengan forum itu, Jangan ngotot-ngototan. Kemarin pendekatannya hanya formalitas, harusnya ada yang dari hati ke hati. Ini kan soal komunikasi," ujar Syarif.
 
Sebelumnya, beredar video di media sosial Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI, Dadang Solihin, mengamuk saat mengisi diskusi terkait revitalisasi Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) TIM. Seniman yang hadir tak setuju dengan revitalisasi tersebut.
 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantah akan membangun hotel bintang lima di kawasan TIM. Anies berdalih akan membangun wisma.
 
"Wisma seniman itu namanya," kata Anies di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin, 25 November 2019.
 
Anies menjelaskan wisma buat menampung para seniman mancanegara yang berkegiatan di Jakarta. Dengan begitu, para seniman tak perlu menyewa penginapan.
 
Proses revitalisasi TIM memakan biaya hingga Rp1,8 triliun. Revitalisasi akan menggunakan penyertaan modal daerah (PMD) Jakpro yang masuk APBD DKI Jakarta.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif