Ketua Komisi C DPRD DKI Santoso. Foto: Medcom.id/Cindy
Ketua Komisi C DPRD DKI Santoso. Foto: Medcom.id/Cindy

Subsidi Tarif MRT dan LRT Dinilai Terlalu Tinggi

Nasional Proyek MRT pemprov dki proyek lrt
Cindy • 19 Maret 2019 01:55
Jakarta: Penetapan subsidi tarif Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) belum menemui titik temu. Pasalnya, subsidi sebesar Rp31 ribu untuk MRT dan Rp41 ribu untuk LRT dinilai terlampau tinggi ketimbang perencanaannya.
 
"Ini yang menjadi pertanyaan anggota DPRD, kenapa bisa sebanyak itu subsidinya. Padahal pada saat rencana pembangunannya itu penyampaiannya tidak sampai segitu," kata Ketua Komisi C DPRD DKI Santoso di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin, 18 Maret 2019.
 
Sebelum pembangunan, jelas dia, subsidi MRT dicanangkan hanya Rp18 ribu dan LRT Rp10 ribu. Sehingga, Pemprov DKI menyetujui pembangunan kedua moda transportasi massal itu. Namun nyatanya subsidi yang harus digelontorkan cukup tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena kita mendapatkan kepastian informasi subsidi tarifnya hanya Rp18 ribu (untuk MRT) kita menyetujui. Ternyata begitu sudah mau di-launching subsidinya tarifnya Rp31 ribu, berati naik hampir 70 persen," terang Santoso.
 
Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019, subsidi tarif MRT dan LRT ditentukan sekitar Rp650 miliar. Namun, DPRD tak ingin sembrono mengeluarkan dana rakyat. Apalagi, subsidi untuk TransJakarta sudah mencapai Rp3 triliun.
 
"Ini menjadi warning gubernur saat ini dan masa-masa yang akan datang agar benar-benar melakukan kajian yang komprehensif, sehingga subsidi transportasi ini tidak terlalu menyedot keuangan DKI Jakarta," imbuhnya.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif