Melihat GPS di HP saat berkendara butuh konsetrasi, sehingga bisa mengalihkan fokus berkendara. Free-Images
Melihat GPS di HP saat berkendara butuh konsetrasi, sehingga bisa mengalihkan fokus berkendara. Free-Images

Pelarangan GPS Sudah Diatur di Permenhub

Nasional ojek online taksi online transportasi berbasis aplikasi polemik taksi online
Candra Yuri Nuralam • 13 Februari 2019 13:45
Jakarta: Kementerian Perhubungan tengah merampungkan Peraturan Menteri (PM) Nomor 118 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus. Salah satu yang bakal diatur adalah pelarangan penggunaan GPS untuk sepeda motor.
 
"Bahwa penggunaan GPS yang kemarin sudah diputuskan Mahkamah Konstitusi memang itu sudah final dari aspek hukumnya. Dan itu mendukung Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Jalan," kata Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, di Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Januari 2019.
 
Budi mengatakan penggunaan GPS pada sepeda motor sudah masuk dalam Pasal 106 ayat 1 UU Jalan. Dalam pasal itu disebutkan hal apa pun yang mengganggu konsentrasi saat berkendara dilarang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Budi mengatakan penggunaan GPS terus dikaji di Dirjen Perhubungan Darat. Kajian itu dengan memanggil beberapa ahli.
 
(Baca juga: Transportasi Online akan Kembali Diberikan Payung Hukum)
 
"Kita sudah berdiskusi dengan beberapa guru besar di ITB dan juga melibatkan pakar-pakar juga dari psikologi, kira-kira kalau misalnya GPS digunakan di dalam kendaraan karena memang itu dibutuhkan dan kemudian tidak melanggar regulasi ini," ujar Budi.
 
Dirjen Perhubungan Darat masih mengkaji penggunaan GPS bisa digunakan oleh pengguna sepeda motor. Saat ini, kata Budi, cara paling aman adalah menepi untuk melihat jalur peta atau penggunaan GPS. 
 
"Jadi, sekarang kita berharap supaya pengemudi boleh menggunakan GPS, namun ada catatannya. Saat menggunakan dan siapa yang menggunakan," tutur Budi.
 
Budi mengimbau pengguna sepeda motor tidak menggunakan GPS saat berkendara. Jika melanggar, lanjutnya, polisi bisa melakukan penilangan.
 
Pelarangan menggunakan GPS hanya berlaku untuk sepeda motor. Pengguna kendaraan roda empat masih bisa menggunakan dengan catatan tidak mengganggu berkendara. Penambahan aksesoris pendukung untuk GPS motor juga mendapat larangan karena mengubah bentuk sepeda motor.
 
(Baca juga: Tak Boleh Buka GPS di HP saat Nyetir? Ini Alasannya)
 

 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif