Anggota DPR Ahmad Sahroni (kanan) di Pademangan, Jakarta Utara. Foto: Istimewa
Anggota DPR Ahmad Sahroni (kanan) di Pademangan, Jakarta Utara. Foto: Istimewa

RW Diminta Kreatif Dorong Perekonomian Lingkungan

Nasional kesejahteraan
24 Januari 2019 20:15
Jakarta: Pengurus rukun warga (RW) di DKI Jakarta diminta kreatif mendorong perekonomian di lingkungannya. Legislator DPR Ahmad Sahroni mengimbau pengurus RW mendatangi perusahaan-perusahaan yang membuka usaha di sana untuk memberi lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
 
Hal itu dikemukakan Sahroni saat melakukan kunjungan kerja di kawasan Pademangan Barat, Jakarta Utara, Kamis, 24 Januari 2019. Saran Sahroni ini dipicu pertanyaan Muhammad Soleh Kawi, warga RT 05/13, yang mengaku tak mengalami perubahan ekonomi dalam kurun 10 tahun.
 
Politisi Partai NasDem ini meminta masyarakat tak hanya menyalahkan lingkungan sekitar. Hal itu, menurut dia, bisa dikarenakan berbagai faktor, termasuk kompetensi dan perilaku masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“RW harus lebih aktif. Sambangi perusahaan-perusahaan, bikin surat pernyataan dari warga dan pengurus RT dan ajukan ke perusahaan-perusahaan. Bantuan untuk masyarakat secara total, bukan untuk pribadi,” pesan dia.
 
Sahroni yang kini duduk sebagai wakil rakyat di Komisi III DPR ini menekankan pengurus RW harus mampu memaksimalkan keberadaan perusahaan di lingkungannya. Tujuannya, untuk menyejahterakan masyarakat, baik pembangunan lingkungan maupun lapangan pekerjaan.
 
Sahroni juga mengajak masyarakat tak sekadar mengkritik pemerintah atau parlemen tanpa mau mengembangkan kemampuan diri. “Jangan hanya mengkritik tapi menjadi pengangguran. Jangan cuma gaya, dikit-dikit ngeluarin parang. Sekarang enggak zamannya,” ucap Sahroni
 
Selain ke Pademangan Barat, Sahroni juga menyapa warga di kawasan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, tepatnya di Jalan Kali Sunter. Di lokasi ini Sahroni menyerap aspirasi masyarakat mengenai kondisi lingkungan. Dua hal yang dikeluhkan masyarakat di lingkungan ini yaitu persoalan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan infrastruktur penerangan.
 
“Dari 1981 sampai sekarang tiang penerangan tak pernah diganti. Tahun 1999 saya pernah menghadap ke PLN, namun sampai sekarang tak ditanggapi,” keluh seorang warga.
 
Menanggapi persoalan itu Sahroni akan mengklarifikasi ke PLN untuk menanyakan solusi terbaik.
 
Sesuai hati nurani
 
Menghadapi Pemilu 2019 yang diselenggarakan 17 April, Sahroni meminta masyarakat memilih sesuai hati nurani tanpa saling mencaci atau menghujat. "Jangan karena agama Bapak dan Ibu mendapat intervensi untuk memilih salah seorang. Pilihlah pemimpin yang sesuai kata hati,” kata dia.
 
Ia ingin bangsa Indonesia ke depan semakin yang kuat. "Bukan kuat karena adu domba, bukan kuat mencaci maki satu sama lain,” ujarnya.
 

 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi