Deny Irwanto--Kombes Rikwanto
Deny Irwanto--Kombes Rikwanto

pelecehan seksual

Lagi, Dua Pelaku Kekerasan Seksual Murid TK Diperiksa

Deny Irwanto • 16 April 2014 13:45
medcom.id, Jakarta: Lagi, dua tersangka pelaku kekerasan seksual terhadap AK, murid taman kanak-kanak (TK) Yayasan Jakarta International School (JIS), Jalan Terogong Raya Nomor 33, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, diperiksa. Total sudah lima tersangka diperiksa dalam kasus ini.
 
Dua tersangka baru itu masing-masing Zainal dan Anwar. Seperti tiga tersangka lainnya, keduanya adalah petugas kebersihan di JIS. "Dua terduga baru sudah diperiksa. Sudah uji laboratorium dan masih tunggu hasil," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (16/4/2014).
 
Rikwanto mengatakan, hasil tes laboratorium tak bisa cepat diketahui. Jadi, sebelum ada hasil, kepolisian belum bisa mengambil tindakan apa pun terhadap Zainal dan Anwar. "Kenapa hasil lab lama, itu bakteri ditumbuhkembangkan terlebih dahulu agar bisa diidentifikasi," jelas Rikwanto.

Pelecahan seksual di JIS terbongkar lewat kecurigaan T, ibu korban. T menuturkan, kejadian yang menimpa anaknya terjadi sejak Maret silam. Menurut ia, kelakuan AK berubah drastis karena sering ketakutan, mengigau, dan berteriak histeris saat tidur. Awalnya, anaknya tidak mau menceritakan apa pun kepadanya, hingga akhirnya anaknya demam tinggi dan harus dibawa ke rumah sakit.
 
"Di RS itulah ternyata anak saya terkena herpes. Dokter merasa janggal karena pasti ada pemicu mengapa anak saya terkena herpes," kata T.
 
Khawatir dengan keadaan anaknya, T langsung membawa AK ke psikolog. Berdasarkan, keterangan dari psikolog yang memeriksa anaknya, diketahui AK mengalami pelecehan seksual. AK menceritakan kepada sang psikolog yang melakukan tindak pelecehan adalah orang-orang berseragam biru. Jumlahnya lima orang.
 
"Saya ke sekolah anak saya untuk mencari tahu, satpam sekolah mengatakan yang mengunakan seragam biru itu hanya cleaning service," beber T.
 
Tiga dari lima tersangka sudah ditangkap. Mereka adalah AI, VA, dan AF. Yang disebut belakangan perempuan. AI dan VA sudah ditahan, sedangkan AF masih bisa mengirup udara kebebasan karena kepolisian tidak punya cukup bukti buat membuinya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>