RSUD Bekasi. Foto: MI/Arya Manggala
RSUD Bekasi. Foto: MI/Arya Manggala

Warga Kesulitan Dapat Obat di RSUD Bekasi

Nasional rsud
Gana Buana • 30 Mei 2017 16:17
medcom.id, Bekasi: Pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi merasa kesulitan mendapat obat dari bagian farmasi rumah sakit. Mereka terpaksa menebus obat di apotek dengan harga lebih mahal.
 
Fitriyandi, 27, warga Bintara, Bekasi Barat, mengaku terpaksa membeli obat di apotek luar usai berobat di RSUD. "Petugas bilang sedang kosong, makanya saya cari ke apotek lain di luar rumah sakit," kata Fitri, Selasa 30 Mei 2017.
 
Fitri menjelaskan, RSUD Bekasi kerap kekurangan pasokan obat. Tidak jarang pasien mencari obat di luar rumah sakit. "Biasanya saya cari di toko obat di Pasar Proyek, Bekasi Timur. Kalau tidak ada baru cari ke Jakarta Timur di daerah Rawamangun," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengalaman serupa dirasakan Surani, 45, warga Satya Kencana. Dirinya kesulitan mencari obat demam untuk kemenakannya yang sedang dirawat di RSUD Kota Bekasi.
 
Surani berharap pihak RSUD Kota Bekasi mengatasi masalah itu. Sebab, obat adalah hal paling penting bagi pasien. "Pengadaan stok obat harus serius, bila obat yang penting kosong bagaimana pasien bisa ditangani dengan cepat," kata Surani.
 
Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kota Bekasi, Tri Sulistyaningsih, mengatakan, pihaknya akan mengecek pasokan obat di RSUD. Bila beberapa item dinyatakan kosong, pihaknya akan melakukan pengadaan obat kembali. "Kami rutin mengecek persediaan obat secara berkala," klaim Sulis.
 
Tri enggan menjelaskan jumlah dan nilai pengadaan obat di rumah sakit plat merah itu. Dirinya berdalih, harus mempelajari data yang ada di rumah sakit. "Ini masalah angka, jadi saya butuh waktu untuk lihat dulu," kata Sulis.
 
Seperti yang diketahui, habisnya persediaan obat pernah terjadi di RSUD Kota Bekasi pada Oktober 2016. Kekosongan obat diduga karena rumah sakit terlilit hutang sebanyak Rp1 miliar kepada distributor obat.
 
Namun pihak Inspektorat Kota Bekasi mengklaim, minimnya stok obat di sana bukan karena utang, tapi jumlah pasien yang membutuhkan obat tersebut membludak.

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif