medcom.id, Jakarta: Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) mengungkapkan, konsumsi rokok di Indonesia mencapai 302 miliar batang pada tahun 2013. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai perokok tertinggi di Asia Tenggara.
"80 persen puntung rokok dibuang sembarangan, atau 660 juta puntung per hari. Limbah puntung rokok yang dihasikan pada tahun 2013 sekitar 151 juta liter, setara dengan volume kolam renang ukuran olimpiade," kata Wakil Ketua Umum Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Tubagus Haryo Karbyanto ketika ditemui dalam acara car free day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (26/4/2015).
Dia menjelaskan, angka konsumsi rokok di Jakarta masih tinggi dan sangat mengkhawatirkan. Pada 2013, tingkat konsumsi rokok mencapai 12,5 miliar batang. Angka tersebut dihasilkan dari 2.946.358 perokok atau setara dengan 29,2 persen penduduk Jakarta (10.090.301 jiwa).
Angka yang dihasilkan baru perokok aktif, jumlah perokok pasif yang terpapar asap rokok lebih besar. Termasuk jumlah anak-anak dan ibu hamil yang terpapar polusi asap rokok orang. "Besarnya angka diatas menunjukkan Jakarta masuk dalam kawasan darurat polusi udara akibat asap rokok," jelas dia.
Tak hanya itu, puntung rokok yang dihasilkan perokok Ibu Kota sangat mengkhawatirkan. Hingga saat ini tidak ada upaya dari pemerintah Jakarta untuk mengelolanya. "Bisa kita bayangkan beratnya beban pengrusakan tanah Jakarta akibat polusi puntung rokok. Kalau tidak dilakukan penanggulangan, ini sangat bahaya," ujarnya.
medcom.id, Jakarta: Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) mengungkapkan, konsumsi rokok di Indonesia mencapai 302 miliar batang pada tahun 2013. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai perokok tertinggi di Asia Tenggara.
"80 persen puntung rokok dibuang sembarangan, atau 660 juta puntung per hari. Limbah puntung rokok yang dihasikan pada tahun 2013 sekitar 151 juta liter, setara dengan volume kolam renang ukuran olimpiade," kata Wakil Ketua Umum Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Tubagus Haryo Karbyanto ketika ditemui dalam acara car free day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (26/4/2015).
Dia menjelaskan, angka konsumsi rokok di Jakarta masih tinggi dan sangat mengkhawatirkan. Pada 2013, tingkat konsumsi rokok mencapai 12,5 miliar batang. Angka tersebut dihasilkan dari 2.946.358 perokok atau setara dengan 29,2 persen penduduk Jakarta (10.090.301 jiwa).
Angka yang dihasilkan baru perokok aktif, jumlah perokok pasif yang terpapar asap rokok lebih besar. Termasuk jumlah anak-anak dan ibu hamil yang terpapar polusi asap rokok orang. "Besarnya angka diatas menunjukkan Jakarta masuk dalam kawasan darurat polusi udara akibat asap rokok," jelas dia.
Tak hanya itu, puntung rokok yang dihasilkan perokok Ibu Kota sangat mengkhawatirkan. Hingga saat ini tidak ada upaya dari pemerintah Jakarta untuk mengelolanya. "Bisa kita bayangkan beratnya beban pengrusakan tanah Jakarta akibat polusi puntung rokok. Kalau tidak dilakukan penanggulangan, ini sangat bahaya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)