Ilustrasi Formula E. AFP/David Delgado
Ilustrasi Formula E. AFP/David Delgado

Formula E Diyakini Bisa Pancing Investor

Nasional Revitalisasi Monas Formula E
Cindy • 11 Februari 2020 19:04
Jakarta: Wakil Ketua DPRD DKI Fraksi Gerindra Muhammad Taufik mengatakan ajang Formula E di Jakarta bisa memancing investor asing masuk ke Indonesia. Perhelatan internasional yang sukses bisa memunculkan persepsi aman.
 
"Otomatis investor akan masuk. Jadi untungnya di situ," kata Taufik di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Februari 2020.
 
Taufik menyatakan, ajang Formula E tak bisa serupa jualan gado-gado. Begitu buka, langsung menghasilkan keuntungan. Ini yang kerap salah dipersepsikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bukan begitu cara menilai kegiatan internasiona," ujar Taufik.
 
Taufik juga menjawab tudingan anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Gilbert Simanjuntak. Gilbert mencurigai anggaran perhelatan Formula E di Jakarta yang dua kali lipat anggaran ajang di Hongkong.
 
Menurut Taufik, Jakarta butuh uang lebih besar untuk membangun infrastruktur pendukung ajang balapan mobil listrik itu. Itu pun tak semuanya diproduksi pasar dalam negeri.
 
"ada juga di impor saya kira. Buat saya sih bukan soal anggaran ya. Tapi soal kesempatan event internasional hadir di Jakarta," ucap Taufik.
 
Formula E Diyakini Bisa Pancing Investor
Ilustrasi Formula E. Foto: AFP/Kenzo Tribouillard
 
Dalam hitungan tahun, Jakarta tidak lagi menjadi ibu kota negara. Kegiatan internasional seperti Formula E perlu diperbanyak demi memastikan Jakarta terus berkembang.
 
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta mengkaji ulang Formula E di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Formula E disebut membuat sejumlah negara 'buntung', bukan untung.
 
"Besarnya anggaran pelaksanaan racing ini di Hong Kong 2016 adalah HKD250-300 juta (Rp440 miliar sampai Rp528 miliar) dan dihasilkan untung hanya HKD50 juta (Rp88 miliar)," kata Gilbert Simanjuntak di Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020.
 
Menurut dia, anggaran yang digelontorkan Jakarta demi ajang balapan mobil listrik itu mencapai Rp1,16 triliun. Dia heran mengapa biaya penyelenggaraan di Jakarta dua kali lipat dibandingkan Hong Kong
 

 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif