medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama berencana menggusur kawasan prostitusi ilegal di Kalijodo, Jakarta Utara. Namun, musisi Ahmad Dhani ogah menanggapi soal rencana tersebut.
"Saya tidak bisa bicara sejauh ini. Ini aja masih bakal calon. Saya sih enggak mau banyak ngomong yang jauh-jauh. Kalijodo saya enggak mau ngomong," kata Dhani di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/2/2016).
Menurut dia, dirinya belum dapat berbicara banyak soal masalah yang terjadi di Ibu Kota saat ini karena belum resmi menjadi calon Gubernur DKI. Sebelumnya, Dhani telah dipinang oleh PKB untuk sebagai bakal calon Gubernur DKI dalam Pilkada DKI 2017.
Bahkan, pinangan ini telah dilakukan secara resmi oleh Ketua DPW PKB DKI Hasbiallah Ilyas dengan menemui Dhani di kediamannya, kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu 10 Februari 2016 malam.
"Belum bisa ngomong (soal Kalijodo). Saya masih bakal calon," ucap dia.
Lebih lanjut, ia menilai kepemimpinan Ahok saat ini tidak sepenuhnya positif. Dia mencatat adanya catatan negatif yang diraih Ahok selama memimpin Jakarta. Salah satunya, Ahok gagal dalam menjalin hubungan baik dengan DPRD DKI.
"Plusnya juga banyak. Misalnya tegas, bisa membuat birokrasi lebih singkat," tandas dia.
Polemik soal penggusuran Kalijodo mengemuka usai insiden kecelakaan Toyota Fortuner maut di Daan Mogot, Jakarta Barat. Riki, sopir Toyota Fortuner, diketahui mengantuk usai menegak bir di kawasan Kalijodo.
Ahok pun langsung punya ide membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial berupa taman hijau di kawasan Kalijodo. Taman itu akan dibangun di area penggusuran. Penggusuran Kalijodo bukan sekadar untuk pemberantasan prostitusi. Tapi juga upaya membasmi peredaran minuman keras.
Padahal diketahui, kawasan ini sudah terkenal sejak 1950-an. Kawasan prostitusi di Jakarta Utara ini terkenal sebagai sebagai tempat pelacuran dan praktik perjudian.
medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama berencana menggusur kawasan prostitusi ilegal di Kalijodo, Jakarta Utara. Namun, musisi Ahmad Dhani ogah menanggapi soal rencana tersebut.
"Saya tidak bisa bicara sejauh ini. Ini aja masih bakal calon. Saya sih enggak mau banyak ngomong yang jauh-jauh. Kalijodo saya enggak mau ngomong," kata Dhani di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/2/2016).
Menurut dia, dirinya belum dapat berbicara banyak soal masalah yang terjadi di Ibu Kota saat ini karena belum resmi menjadi calon Gubernur DKI. Sebelumnya, Dhani telah dipinang oleh PKB untuk sebagai bakal calon Gubernur DKI dalam Pilkada DKI 2017.
Bahkan, pinangan ini telah dilakukan secara resmi oleh Ketua DPW PKB DKI Hasbiallah Ilyas dengan menemui Dhani di kediamannya, kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu 10 Februari 2016 malam.
"Belum bisa ngomong (soal Kalijodo). Saya masih bakal calon," ucap dia.
Lebih lanjut, ia menilai kepemimpinan Ahok saat ini tidak sepenuhnya positif. Dia mencatat adanya catatan negatif yang diraih Ahok selama memimpin Jakarta. Salah satunya, Ahok gagal dalam menjalin hubungan baik dengan DPRD DKI.
"Plusnya juga banyak. Misalnya tegas, bisa membuat birokrasi lebih singkat," tandas dia.
Polemik soal penggusuran Kalijodo mengemuka usai insiden kecelakaan Toyota Fortuner maut di Daan Mogot, Jakarta Barat. Riki, sopir Toyota Fortuner, diketahui mengantuk usai menegak bir di kawasan Kalijodo.
Ahok pun langsung punya ide membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial berupa taman hijau di kawasan Kalijodo. Taman itu akan dibangun di area penggusuran. Penggusuran Kalijodo bukan sekadar untuk pemberantasan prostitusi. Tapi juga upaya membasmi peredaran minuman keras.
Padahal diketahui, kawasan ini sudah terkenal sejak 1950-an. Kawasan prostitusi di Jakarta Utara ini terkenal sebagai sebagai tempat pelacuran dan praktik perjudian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)