medcom.id, Jakarta: Patung Jenderal Soedirman yang berdiri kokoh di Dukuh Atas, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, tak pernah luput dari tangan-tangan usil sejumlah oknum. Berbagai coretan pun sempat mengotori patung pahlawan nasional ini.
Anggota Dirlantas Polda Metro Jaya, Brigadir Putra mengakui patung yang diresmikan pada tahun 2003 ini kerap menjadi bulan-bulanan sejumlah orang. Berbagai tulisan pun sempat terpampang di penyanggah patung ini.
"Pernah kalau dicoret-coret mah. Apalagi kalau lagi ada demo atau lagi ada acara-acara tertentu," kata Putra ditemui Metrotvnews.com di pos polisi Duku Atas, Jalan Jenderal Sudriman, Jakarta Selatan, Selasa (10/11/2015).
Namun kata dia, coretan tersebut tak pernah bertahan lama. Pasalnya, sejumlah petugas dari dinas pertamanan dan pemakaman DKI dan dinas kebersihan DKI langsung membersihkan patung tersebut dari aksi vandalisme.
"Sekarang sudah tidak ada lagi coretan, soalnya kan begitu ada coretan dinas kebersihan dan dinas pertamanan langsung membersihkannya," tukas dia.
Pantauan Metrotvnews.com, patung setinggi 12 meter yang terdiri dari: tinggi patung 6,5 meter dan penyangga 5,5 meter ini terlihat kumuh. Dinding penyangga patung pun terlihat sudah mulai kusam. Tak hanya itu, badan dan kaki patung pun terdapat coretan garis berwarna hijau.
Jenderal Soedirman merupakan panglima besar pertama dalam Tentara Keamanan Rakyat (TRK), yang kini bernama Tentara Nasional Indonesia (TNI). Patung ini diresmikan oleh DKI Jakarta Maurits Napitupulu dan salah satu keluarga besar Jenderal Sudirman, Hanung Faini pada 16 Agustus 2003.
Patung buatan seniman sekaligus dosen seni rupa Institut Teknologi Bandung, Sunario, ini menggambarkan sosok Jenderal Soedirman yang berdiri kokoh menghormat dan kepala sedikit mendongak ke atas untuk memberi kesan dinamis. Sebab, berdiri di tengah kawasan yang penuh dengan beragam aktivitas, patung sengaja didesain sederhana dan tidak memerlukan banyak rincian.
medcom.id, Jakarta: Patung Jenderal Soedirman yang berdiri kokoh di Dukuh Atas, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, tak pernah luput dari tangan-tangan usil sejumlah oknum. Berbagai coretan pun sempat mengotori patung pahlawan nasional ini.
Anggota Dirlantas Polda Metro Jaya, Brigadir Putra mengakui patung yang diresmikan pada tahun 2003 ini kerap menjadi bulan-bulanan sejumlah orang. Berbagai tulisan pun sempat terpampang di penyanggah patung ini.
"Pernah kalau dicoret-coret mah. Apalagi kalau lagi ada demo atau lagi ada acara-acara tertentu," kata Putra ditemui
Metrotvnews.com di pos polisi Duku Atas, Jalan Jenderal Sudriman, Jakarta Selatan, Selasa (10/11/2015).
Namun kata dia, coretan tersebut tak pernah bertahan lama. Pasalnya, sejumlah petugas dari dinas pertamanan dan pemakaman DKI dan dinas kebersihan DKI langsung membersihkan patung tersebut dari aksi vandalisme.
"Sekarang sudah tidak ada lagi coretan, soalnya kan begitu ada coretan dinas kebersihan dan dinas pertamanan langsung membersihkannya," tukas dia.
Pantauan
Metrotvnews.com, patung setinggi 12 meter yang terdiri dari: tinggi patung 6,5 meter dan penyangga 5,5 meter ini terlihat kumuh. Dinding penyangga patung pun terlihat sudah mulai kusam. Tak hanya itu, badan dan kaki patung pun terdapat coretan garis berwarna hijau.
Jenderal Soedirman merupakan panglima besar pertama dalam Tentara Keamanan Rakyat (TRK), yang kini bernama Tentara Nasional Indonesia (TNI). Patung ini diresmikan oleh DKI Jakarta Maurits Napitupulu dan salah satu keluarga besar Jenderal Sudirman, Hanung Faini pada 16 Agustus 2003.
Patung buatan seniman sekaligus dosen seni rupa Institut Teknologi Bandung, Sunario, ini menggambarkan sosok Jenderal Soedirman yang berdiri kokoh menghormat dan kepala sedikit mendongak ke atas untuk memberi kesan dinamis. Sebab, berdiri di tengah kawasan yang penuh dengan beragam aktivitas, patung sengaja didesain sederhana dan tidak memerlukan banyak rincian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)