medcom.id, Bogor: Pengelola pabrik tahu sutra yang terbukti menggunakan formalin di Desa Ragajaya, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, keberatan pabrik tahu yang dikelolanya ditutup Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebab semua pabrik yang memproduksi tahu pasti menggunakan formalin.
"Kalau disini saja yang ditutup, tidak adil dong, semua pabrik tahu pasti pakai formalin," kata pengelola pabrik tahu sutra, Taufik saat ditemui di kantornya, Jalan Kampung Sawah, Desa Ragajaya, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Kamis (23/4/2015).
Taufik sangat yakin, semua pabrik tahu itu menggunakan formalin, sebab kalau tidak, tahu tidak akan bertahan lama. "Tidak mungkin tidak pakai (formalin). Kalau tidak, siang jadi, sore sudah busuk," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, selain mengawetkan, formalin juga menghilangkan bau dan lebih wangi ketika dikonsumsi. “Konsumen, suka tahu yang wangi dan tidak berbau. Kalau mau kaya gitu ya kita pakai formalin," ujarnya
Sebelumnya, BPOM Pusat bersama Bareskrim Mabes Polri, menggerebek pabrik pembuatan tahu di Desa Raga Jaya, Rabu 22 April. Pabrik itu diketahui menggunakan bahan berbahaya jenis formalin dalam pembuatan tahu sutra.
Dalam sehari, pabrik bisa memproduksi lima kuintal tahu sutra dengan bahan baku satu ton kacang kedelai. Selama ini tahu dikirim rutin ke Pasar Cengkareng, Pasar Pondok Gede, dan Pasar Anyer Bogor.
medcom.id, Bogor: Pengelola pabrik tahu sutra yang terbukti menggunakan formalin di Desa Ragajaya, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, keberatan pabrik tahu yang dikelolanya ditutup Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebab semua pabrik yang memproduksi tahu pasti menggunakan formalin.
"Kalau disini saja yang ditutup, tidak adil dong, semua pabrik tahu pasti pakai formalin," kata pengelola pabrik tahu sutra, Taufik saat ditemui di kantornya, Jalan Kampung Sawah, Desa Ragajaya, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Kamis (23/4/2015).
Taufik sangat yakin, semua pabrik tahu itu menggunakan formalin, sebab kalau tidak, tahu tidak akan bertahan lama. "Tidak mungkin tidak pakai (formalin). Kalau tidak, siang jadi, sore sudah busuk," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, selain mengawetkan, formalin juga menghilangkan bau dan lebih wangi ketika dikonsumsi. “Konsumen, suka tahu yang wangi dan tidak berbau. Kalau mau kaya gitu ya kita pakai formalin," ujarnya
Sebelumnya, BPOM Pusat bersama Bareskrim Mabes Polri, menggerebek pabrik pembuatan tahu di Desa Raga Jaya, Rabu 22 April. Pabrik itu diketahui menggunakan bahan berbahaya jenis formalin dalam pembuatan tahu sutra.
Dalam sehari, pabrik bisa memproduksi lima kuintal tahu sutra dengan bahan baku satu ton kacang kedelai. Selama ini tahu dikirim rutin ke Pasar Cengkareng, Pasar Pondok Gede, dan Pasar Anyer Bogor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)