Mobil yang menjadi saksi bisu kematian tiga bocah di Penjaringan. (Foto:MI/Thomas)
Mobil yang menjadi saksi bisu kematian tiga bocah di Penjaringan. (Foto:MI/Thomas)

3 Bocah Tewas dalam Mobil di Jakut

Sebelum Hana Meninggal, Sang Ayah Sudah Punya Firasat Buruk

Damar Iradat • 28 Maret 2015 18:24
medcom.id, Jakarta: Wahyu, rupanya sudah memiliki firasat buruk sejak pagi bakal ditinggal selamanya oleh putri kecilnya, Hana Meliasari yang masih berusia 4 tahun. Hana merupakan satu dari tiga bocah perempuan yang tewas terkurung di dalam sebuah mobil, pada Jumat 21 Maret kemarin.
 
Sejak pagi sebelum berangkat ke kantor, Wahyu memang sudah merasa lemas. Namun, dirinya tak merasakan kurang enak badan atau sakit sebelum pergi kerja.
 
"Dari pagi saya sudah lemes. Padahal enggak lagi sakit. Orang kantor juga pada nanya saya kenapa lemas. Enggak tahunya itu firasat buruk," lirih Wahyu saat ditemui Metrotvnews.com di kediamannya di Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (28/3/2015).

"Pas siang ditelepon orang rumah kalau Hana meninggal. Ternyata firasat saya benar," lanjut dia.
 
Hana merupakan anak bungsu dari empat anak Wahyu hasil pernikahannya dengan Nur. Sang ibunda sendiri sendiri hingga saat ini masih syok dan belum percaya dirinya telah kehilangan putri kecilnya itu.
 
"Istri saya masih belum bisa terima anaknya meninggal. Dari kemarin masih nangis dan sering pingsan," tutup Wahyu.
 
Selain Hana, Naipah, 5, dan Rani, 5, juga ditemukan telah terbujur kaku di bagian belakang sebuah sedan bernomor polisi B 1757 TW di Lapangan Pergudangan Muara Karang Timur, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Ketiganya diduga kehabisan oksigen dan kepanasan setelah terkurung selama 1,5 jam. Mobil yang terparkir di lapangan dekat rumah mereka itu diketahui sudah lama rusak. Pihak Polsek Penjaringan pun hingga kini masih menyelidiki peristiwa tersebut.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LOV)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>