medcom.id, Jakarta: Tiga dari lima tersangka kasus pelecehan seksual di Yayasan Jakarta International School (JIS) belum dibui. Mereka bahkan masih bebas bekerja di sekolah bertaraf internasional itu.
"Perusahaan menjaminkan mereka tidak akan (kabur). Mereka masih bekerja di JIS," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/4/2014).
Meski bebas, menurut Rikwanto, sebenarnya mereka tak 100 persen bebas. Gerak gerik mereka terus diawasi. Pengawasan, tambah ia, tak hanya dilakukan kepolisian, tapi juga oleh perusahaan mereka: PT ISS Indonesia, perusahaan penyedia tenaga alih daya.
Pengamanan di JIS pun kini tambah ketat. Pengelola memasang kamera pengawas di berbagai titik.
Kasus pelecehan seksual yang menimpa AK, siswa taman kanak-kanak JIS, terbongkar lewat kecurigaan T. Ia melihat prilaku anaknya berubah drastis karena sering ketakutan, mengigau, dan berteriak histeris saat tidur. T lalu membawa AK ke psikolog dan akhirnya diketahui AK mengalami pelecehan seksual.
AK menuturkan pelaku adalah orang-orang berseragam biru. Jumlahnya lima orang. "Saya ke sekolah anak saya untuk mencari tahu, satpam sekolah mengatakan yang mengunakan seragam biru itu hanya cleaning service," beber T.
Dua dari lima pelaku sudah ditetapkan menjadi tersangka dan dibui. Keduanya Agun dan Virgiawan alias Awan. Zainal dan Anwar masih diperiksa intensif. Sementara AF untuk sementara bebas karena kepolisian tak punya bukti kuat buat membuinya.
medcom.id, Jakarta: Tiga dari lima tersangka kasus pelecehan seksual di Yayasan Jakarta International School (JIS) belum dibui. Mereka bahkan masih bebas bekerja di sekolah bertaraf internasional itu.
"Perusahaan menjaminkan mereka tidak akan (kabur). Mereka masih bekerja di JIS," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/4/2014).
Meski bebas, menurut Rikwanto, sebenarnya mereka tak 100 persen bebas. Gerak gerik mereka terus diawasi. Pengawasan, tambah ia, tak hanya dilakukan kepolisian, tapi juga oleh perusahaan mereka: PT ISS Indonesia, perusahaan penyedia tenaga alih daya.
Pengamanan di JIS pun kini tambah ketat. Pengelola memasang kamera pengawas di berbagai titik.
Kasus pelecehan seksual yang menimpa AK, siswa taman kanak-kanak JIS, terbongkar lewat kecurigaan T. Ia melihat prilaku anaknya berubah drastis karena sering ketakutan, mengigau, dan berteriak histeris saat tidur. T lalu membawa AK ke psikolog dan akhirnya diketahui AK mengalami pelecehan seksual.
AK menuturkan pelaku adalah orang-orang berseragam biru. Jumlahnya lima orang. "Saya ke sekolah anak saya untuk mencari tahu, satpam sekolah mengatakan yang mengunakan seragam biru itu hanya cleaning service," beber T.
Dua dari lima pelaku sudah ditetapkan menjadi tersangka dan dibui. Keduanya Agun dan Virgiawan alias Awan. Zainal dan Anwar masih diperiksa intensif. Sementara AF untuk sementara bebas karena kepolisian tak punya bukti kuat buat membuinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)