Permanenkan Perluasan Ganjil Genap, Polisi Tunggu Pemprov DKI

Muhammad Al Hasan 09 Agustus 2018 11:15 WIB
sistem ganjil genap
Permanenkan Perluasan Ganjil Genap, Polisi Tunggu Pemprov DKI
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf
Jakarta: Polisi tidak mau gegabah dalam mengevaluasi perluasan ganjil genap. Semua akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
 
Meski kebijakan perluasan ganjil genap sudah berjalan seminggu, namun efektivitasnya dalam mengurangi kemacetan belum bisa dipastikan.
 
"Nanti menunggu hasil evaluasi," Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf kepada Medcom.id, Kamis, 9 Agustus 2018.
 
Ia tidak ingin sembrono dalam menyebutkan efektivitas kebijakan ganjil genap. Menurut dia kebijakan ini kebijakan multisektor. "Urusan lalu lintas bukan urusan lalu lintas saja, tapi melibatkan beberapa stake holder," ujarnya.
 
Ketika ditanya apakah kebijakan ini akan dilanjutkan setelah Asian Games ia tidak berbicara banyak. Ia menyebutkan bahwa kepolisian tidak akan mendahului  para pemangku kepentingan lainnya.
 
"Kalau pandangan ya harus sama-sama semua stake holder," ujar dia.
 
Berdasarkan data Dirlantas Polda Metro Jaya, hingga tanggal 8 Agustus 2018 jumlah pengendara yang tilang sebanyak 7.809 kendaraan. Dari jumlah penindakan itu, polisi menyita SIM sebanyak 3.913 dan STNK sebanyak 3.896.

Baca: Sandiaga akan Bahas Kemungkinan Permanenkan Perluasan Ganjil Genap

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno akan membahas kemungkinan dipermanenkannya kebijakan perluasan ganjil genap. Keputusan penerapan kebijakan itu, harus berdasarkan evaluasi dari perluasan ganjil genap selama Asian Games 2018.
 
"Sekarang kita enggak mau spekulasi dulu, kita akan lihat hasil evaluasi dulu," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu 8 Agustus 2018.
 
Setelah evaluasi ganjil genap selama Asian Games didapat, gubernur akan memutuskan. "Gubernur yang putuskan itu dilanjutkan atau tidak. Nanti didiskusikan dulu," pungkasnya.
 




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id