Jakarta: Percobaan program One Karcis One trip (OK Otrip) trayek Kampung Melayu-Duren Sawit di Jakarta Timur sudah memasuki hari ke dua pada Selasa, 16 Januari 2018. Beberapa kendala mulai terlihat dalam realisasi proyek transportasi terintegrasi tersebut.
Seorang pengemudi OK Otrip, Muchammad Arief, mengatakan kendala yang dirasakannya terjadi saat mengantar-jemput penumpang di sejumlah titik rambu. Hanya terdapat 21 rambu pemberhentian untuk akses naik-turun penumpang dari Terminal Kampung Melayu hingga Duren Sawit.
"Di rambu mal Cipinang Indah banyak mobil dan motor yang berhenti sembarangan. Sehingga mendekatkan mobil ke rambu tidak mudah. Akhirnya penumpang direpotkan agar bisa naik," kata Arief, saat berbincang kepada Medcom.id di dalam trayek OK Otrip, Selasa, 16 Januari 2018.
Baca juga: OK Otrip Diuji Coba di Rute Kampung Melayu-Duren Sawit
Sebagai pengemudi, Arief mengatakan, evaluasi harus dilakukan. Salah satunya adalah menambah plang larangan berhenti di semua titik pemberhentian trayek OK Otrip.
"Sehingga penumpang dapat lebih mudah melihat dan menuju mobil. Macet juga bisa diatasi," ujar Arief.
Sementara pengawas trayek kooperasi Budi Luhur, Yanto, memiliki evaluasi lainnya. Menjelang petang, kata Yanto, terdapat beberapa anggota dari salah satu armada mendatanginya untuk bercakap. Percakapan dengan nada komplain diungkapkan oleh anggota armada tersebut.
"Anggota dari mikrolet nomor 27 tadi datang baik-baik. Mereka komplain karena program OK Otrip ini mengambil penumpang trayeknya," ungkap Yanto.
Yanto yang saat itu berada di pemberhentian akhir, Duren Sawit, kemudian melaporkan keatasannya terkait permasalahan ini. Meskipun belum mendapatkan jawaban, namun ia yakin permasalahan ini segera diselesaikan secara baik-baik.
Kendala lainnya diungkapkan oleh seorang penghitung waktu dan jarak kendaraan (Timer) trayek OK Otrip. Pegawai PT Transjakarta yang enggan disebut namanya itu mengatakan, ada satu komplek yang mempermasalahkan trayek OK Otrip melintas di atas pukul 21.00 WIB.
"Dari Kampung Melayu ke Duren Sawit kita melewati komplek-komplek. Nah komplek Cipinang Indah ini punya portal yang menurut aturan sudah tutup pukul 21.00 WIB. Sementara kita mesti melewati komplek itu dari 05.00 WIB hingga 22.00 WIB," ucapnya.
Untuk menyelesaikan aturan, Timer tersebut lantas mempercepat program OK Otrip. Pukul 21.00 WIB tadi, dirinya sudah mempersilakan pengemudi OK Otrip untuk menyelesaikan perjalanan.
"Sudah dilaporkan juga ke Dishub. Kelanjutannya bagaimana nanti akan dikoordinasikan," ungkapnya.
Jakarta: Percobaan program
One Karcis One trip (OK Otrip) trayek Kampung Melayu-Duren Sawit di Jakarta Timur sudah memasuki hari ke dua pada Selasa, 16 Januari 2018. Beberapa kendala mulai terlihat dalam realisasi proyek transportasi terintegrasi tersebut.
Seorang pengemudi OK Otrip, Muchammad Arief, mengatakan kendala yang dirasakannya terjadi saat mengantar-jemput penumpang di sejumlah titik rambu. Hanya terdapat 21 rambu pemberhentian untuk akses naik-turun penumpang dari Terminal Kampung Melayu hingga Duren Sawit.
"Di rambu mal Cipinang Indah banyak mobil dan motor yang berhenti sembarangan. Sehingga mendekatkan mobil ke rambu tidak mudah. Akhirnya penumpang direpotkan agar bisa naik," kata Arief, saat berbincang kepada
Medcom.id di dalam trayek OK Otrip, Selasa, 16 Januari 2018.
Baca juga: OK Otrip Diuji Coba di Rute Kampung Melayu-Duren Sawit
Sebagai pengemudi, Arief mengatakan, evaluasi harus dilakukan. Salah satunya adalah menambah plang larangan berhenti di semua titik pemberhentian trayek OK Otrip.
"Sehingga penumpang dapat lebih mudah melihat dan menuju mobil. Macet juga bisa diatasi," ujar Arief.
Sementara pengawas trayek kooperasi Budi Luhur, Yanto, memiliki evaluasi lainnya. Menjelang petang, kata Yanto, terdapat beberapa anggota dari salah satu armada mendatanginya untuk bercakap. Percakapan dengan nada komplain diungkapkan oleh anggota armada tersebut.
"Anggota dari mikrolet nomor 27 tadi datang baik-baik. Mereka komplain karena program OK Otrip ini mengambil penumpang trayeknya," ungkap Yanto.
Yanto yang saat itu berada di pemberhentian akhir, Duren Sawit, kemudian melaporkan keatasannya terkait permasalahan ini. Meskipun belum mendapatkan jawaban, namun ia yakin permasalahan ini segera diselesaikan secara baik-baik.
Kendala lainnya diungkapkan oleh seorang penghitung waktu dan jarak kendaraan
(Timer) trayek OK Otrip. Pegawai PT Transjakarta yang enggan disebut namanya itu mengatakan, ada satu komplek yang mempermasalahkan trayek OK Otrip melintas di atas pukul 21.00 WIB.
"Dari Kampung Melayu ke Duren Sawit kita melewati komplek-komplek. Nah komplek Cipinang Indah ini punya portal yang menurut aturan sudah tutup pukul 21.00 WIB. Sementara kita mesti melewati komplek itu dari 05.00 WIB hingga 22.00 WIB," ucapnya.
Untuk menyelesaikan aturan,
Timer tersebut lantas mempercepat program OK Otrip. Pukul 21.00 WIB tadi, dirinya sudah mempersilakan pengemudi OK Otrip untuk menyelesaikan perjalanan.
"Sudah dilaporkan juga ke Dishub. Kelanjutannya bagaimana nanti akan dikoordinasikan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CIT)