Jakarta: Jumlah Pedagang kaki lima (PKL) yang ada di Tanah Abang sudah dikunci. PKL yang nekat menggelar dagangan di trotoar diduga pendatang baru dan bukan PKL yang masuk pendataan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, jumlah PKL Tanah Abang yang ditata ke tenda hanya 394 PKL. Pedagang yang tidak kebagian tenda bukan bagian dari pendataan.
"Kalau mereka tidak ada, berarti mereka tidak ada di situ sebelumnya," kata Sandi di Komplek Maharta, Pondok Kacang, Tangerang Selatan, Senin, 25 Desember 2017.
Sandi mengungkapkan, pendataan PKL Tanah Abang sudah dilakukan sejak 17 Oktober, sehari pasca dilantiknya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Baca: Sandiaga Perintahkan PKL di Trotoar Ditertibkan
"Sebelum ini ribut-ribut, 394 itu angka kita kunci. Berarti yang datang itu setelah kita data dan bukan bagian dari PKL (lama) yang kita tata," jelasnya.
Sandiaga mengungkapkan, PKL yang tidak mendapat tenda kebanyakan sudah memiliki kios di blok-blok Tanah Abang.
"Ini sebenarnya lucu juga, sebagian dari mereka itu ada yang memiliki kios juga di blok-blok Tanah Abang. Ada juga yang murni PKL," ujarnya.
Sandiaga mengatakan, para pemilik kios akan ditata dalam konsep Transit Oriented Development.
"Waktu itu mereka memang jualan di situ, tapi begitu sudah tertata dalam satu kesatuan transit oriented development semuanya akan tersolusikan jadi memang harus sabar," tutupnya.
Jakarta: Jumlah Pedagang kaki lima (PKL) yang ada di Tanah Abang sudah dikunci. PKL yang nekat menggelar dagangan di trotoar diduga pendatang baru dan bukan PKL yang masuk pendataan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, jumlah PKL Tanah Abang yang ditata ke tenda hanya 394 PKL. Pedagang yang tidak kebagian tenda bukan bagian dari pendataan.
"Kalau mereka tidak ada, berarti mereka tidak ada di situ sebelumnya," kata Sandi di Komplek Maharta, Pondok Kacang, Tangerang Selatan, Senin, 25 Desember 2017.
Sandi mengungkapkan, pendataan PKL Tanah Abang sudah dilakukan sejak 17 Oktober, sehari pasca dilantiknya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Baca:
Sandiaga Perintahkan PKL di Trotoar Ditertibkan
"Sebelum ini ribut-ribut, 394 itu angka kita kunci. Berarti yang datang itu setelah kita data dan bukan bagian dari PKL (lama) yang kita tata," jelasnya.
Sandiaga mengungkapkan, PKL yang tidak mendapat tenda kebanyakan sudah memiliki kios di blok-blok Tanah Abang.
"Ini sebenarnya lucu juga, sebagian dari mereka itu ada yang memiliki kios juga di blok-blok Tanah Abang. Ada juga yang murni PKL," ujarnya.
Sandiaga mengatakan, para pemilik kios akan ditata dalam konsep Transit Oriented Development.
"Waktu itu mereka memang jualan di situ, tapi begitu sudah tertata dalam satu kesatuan transit oriented development semuanya akan tersolusikan jadi memang harus sabar," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)