DKI Tanggung Biaya Pemulangan PSK Kalijodo----MI/Galih Pradipta
DKI Tanggung Biaya Pemulangan PSK Kalijodo----MI/Galih Pradipta

Kemensos Sebut Penertiban Kalijodo Tidak Sulit

Wanda Indana • 13 Februari 2016 22:12
medcom.id, Jakarta: Rencana Pemprov DKI Jakarta menertibkan Kawasan Kalijodo, Jakarta Utara, mendapat kritikan dari sejumlah pihak. Pemprov DKI diminta memikirkan dampak situasi pascapenggusuran.
 
Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Kementerian Sosial, Sonny W Manalu mengatakan, penertiban kalijodo tidak terlalu sulit. Jika, Pemprov DKI dapat berkoordinasi dengan instansi terkait.
 
"Tidak terlalu sulit kalau Pemda memiliki political will yang kuat, dia harus mampu menggerakkan institusi yang ada. Nggak bisa sendiri," kata Sonny dalam program Primetime News Metro TV, Sabtu (13/2/2016).

Sony mengatakan penertiban Kalijodo sama seperti penertiban yang dilakukan Pemkot Surabaya yang menertibkan kawasan prostitusi Doli. Ketika itu, kata Sony, Pemkot Surabaya menggandeng Kementerian Sosial melakukan pendekatan humanis kepada warga setempat.
 
"Para eks PSK Kalijodo itu korban perdagangan manusia. Dia bekerja untuk germo dan mucikari. Kita waktu itu mengancam akan memenjarakan para germo dan mucikari yang menghalang-halangi penertiban. Mereka itu yang melakukan perdagangan manusia," ungkap Sonny.
 
Pemrov DKI Jakarta menargetkan kawasan Kalijodo, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, tahun ini. Selain menjadi kawasan prostitusi, Kalijodo merupakan jalur hijau yang tak boleh dibangun permukiman.
 
Rencana penggusuran Kalijodo mengemuka pekan ini. Pemicunya, insiden tabrakan mobil Toyota Fortuner dengan pengendara motor, yang membuat penunggang motor tewas. Hasil penyelidikan, Riki sang sopir Fortuner, mengantuk lantaran habis minum bir di Kawasan Kalijodo. Insiden itu terjadi tepat perayaan Imlek 2567.
 
Insiden tabrakan melebar. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pun berang dan langsung tancap target penggusuran Kalijodo. Rencana Basuki mendapat perlawanan warga. Warga bahkan bakal menurunkan preman buat mengadang penggusuran. Apa dikata, lelaki yang akrab disapa Ahok itu lebih punya kuasa.
 
Ahok langsung berkoordinasi dengan jajarannya. Tak lupa dengan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya buat menertibkan kawasan hiburan yang sudah melegenda sejak 1950-an.
 

 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(Des)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan