Jakarta: Moda Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta telah beroperasi untuk masyarkat secara terbatas. Bila sudah beroperasi penuh, MRT ini bakal bersaing dengan moda transportasi lain seperti bus hingga ojek daring yang masih diandalkan masyarakat.
MRT datang dengan sejumlah kelebihan. Transportasi baru tersebut dapat menempuh Stasiun Hotel Indonesia (HI) menuju Stasiun Lebak Bulus yang berjarak sekitar 16 km dalam waktu 30 menit dengan kecepatan laju kereta 50 - 60 km per jam.
Kereta bawah tanah itu melewati 13 stasiun, yaitu Bundaran HI, Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora, Senayan, Sisingamangaraja, Blok M, Blok A, Haji Nawi, Cipete Raya, Fatmawati dan Lebak Bulus. Waktu tempuh antarstasiun kurang lebih dua menit.
Di setiap stasiun, kereta berhenti dengan waktu satu menit. Ketika telah sampai di stasiun terakhit, kereta akan berhenti selama kurang lebih 10 menit sebelum kembali menuju Stasiun Bundaran HI ataupun sebaliknya. Stasiun akhir ini menjadi tempat pertukaran masinis.
Saat ini, pihak MRT belum mematok tarif secara resmi kepada masyarakat, alias masih gratis. Namun, MRT sudah mengajukan dua opsi tarif kepada DPRD DKI Jakarta untuk diputuskan, berdasarkan hasil survei kepada masyarakat.
Skenario pertama, MRT mematok tiket dengan tarif Rp8.500. Tarif ini bisa dipakai apabila harga per kilometer Rp700. Skenario kedua, harga tiket Rp10.000. Harga ini diterapkan bila tarif per kilometer Rp850. Kedua harga akan ditambah boarding fee Rp1.500.
Kedua skema telah ditanyakan kepada 10 ribu penumpang. Warga bersedia menggunakan MRT bila tarifnya berkisar antara Rp8.500-Rp10.000. MRT Jakarta pun masih menunggu keputusan pemerintah untuk mematok harga tiket kepada masyarakat.
"Masih nunggu dari Pemprov (Pemerintah Provinsi), kita udah kasih hitung-hitungan dengan DPRD tinggal tunggu hasilnya," ujar Kepala Departemen Corporate Communication PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, kepada Medcom.id, Jakarta, Selasa, 11 Maret 2019.
Ia menjelaskan berbagai macam transportasi umum yang ada menjadi salah satu variabel menentukan harga tiket. "Sudah kita bandingkan, TransJakarta, ojek online dan lain-lain, dalam menyusun tarif kita memang ada kerelaan dan kemampuan membayar dari masyarakat.”
Sementara itu, jika mencoba membandingkan rute dari Stasiun Lebak Bulus menuju Stasiun HI jarak tempuh 16 km, ojek daring memang memakan waktu yang tidak terlalu jauh dengan MRT, kurang lebih 31 menit. Laju kendaraan berkisar 40 hingga 60 kilo meter per jam.
Baca: Merayap di Bawah Tanah hingga Menyundul Langit
Untuk rutenya, ojek daring memakai jalur berbeda. Pengemudi melewati Jalan Metro Pondok Indah, lalu melalui Jalan Pakubuwono, menuju Jalan Asia Afrika Senayan, Jalan Gatot Subroto, kemudian masuk ke dalam Jalan Thamrin, hingga melaju ke Bundaran HI.
Pengamantan Medcom. id, selama perjalanan relatif ramai lancar, hanya terhenti di empat lampu merah, yaitu lampu merah Jalan Metro Pondok Indah, Senayan City, depan Hotel Mulia dan pelican crossing di depan Gedung BCA. Tiap lampu merah, kendaraan terhenti selama 1-2 menit.
Dengan rute sejauh 16 km ini, ojek daring mengenakan tarif Rp38 ribu. Angka itu berbeda jauh dengan harga yang diajukan MRT sekitar Rp12.700-Rp15.100 untuk jarak 16 km. MRT pun bisa dianggap lebih unggul mengingat memberikan beragam fasilitas dan kenyamanan lainnya.
Jakarta: Moda Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta telah beroperasi untuk masyarkat secara terbatas. Bila sudah beroperasi penuh, MRT ini bakal bersaing dengan moda transportasi lain seperti bus hingga ojek daring yang masih diandalkan masyarakat.
MRT datang dengan sejumlah kelebihan. Transportasi baru tersebut dapat menempuh Stasiun Hotel Indonesia (HI) menuju Stasiun Lebak Bulus yang berjarak sekitar 16 km dalam waktu 30 menit dengan kecepatan laju kereta 50 - 60 km per jam.
Kereta bawah tanah itu melewati 13 stasiun, yaitu Bundaran HI, Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora, Senayan, Sisingamangaraja, Blok M, Blok A, Haji Nawi, Cipete Raya, Fatmawati dan Lebak Bulus. Waktu tempuh antarstasiun kurang lebih dua menit.
Di setiap stasiun, kereta berhenti dengan waktu satu menit. Ketika telah sampai di stasiun terakhit, kereta akan berhenti selama kurang lebih 10 menit sebelum kembali menuju Stasiun Bundaran HI ataupun sebaliknya. Stasiun akhir ini menjadi tempat pertukaran masinis.
Saat ini, pihak MRT belum mematok tarif secara resmi kepada masyarakat, alias masih gratis. Namun, MRT sudah mengajukan dua opsi tarif kepada DPRD DKI Jakarta untuk diputuskan, berdasarkan hasil survei kepada masyarakat.
Skenario pertama, MRT mematok tiket dengan tarif Rp8.500. Tarif ini bisa dipakai apabila harga per kilometer Rp700. Skenario kedua, harga tiket Rp10.000. Harga ini diterapkan bila tarif per kilometer Rp850. Kedua harga akan ditambah
boarding fee Rp1.500.
Kedua skema telah ditanyakan kepada 10 ribu penumpang. Warga bersedia menggunakan MRT bila tarifnya berkisar antara Rp8.500-Rp10.000. MRT Jakarta pun masih menunggu keputusan pemerintah untuk mematok harga tiket kepada masyarakat.
"Masih nunggu dari Pemprov (Pemerintah Provinsi), kita udah kasih hitung-hitungan dengan DPRD tinggal tunggu hasilnya," ujar Kepala Departemen Corporate Communication PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, kepada
Medcom.id, Jakarta, Selasa, 11 Maret 2019.
Ia menjelaskan berbagai macam transportasi umum yang ada menjadi salah satu variabel menentukan harga tiket. "Sudah kita bandingkan, TransJakarta, ojek
online dan lain-lain, dalam menyusun tarif kita memang ada kerelaan dan kemampuan membayar dari masyarakat.”
Sementara itu, jika mencoba membandingkan rute dari Stasiun Lebak Bulus menuju Stasiun HI jarak tempuh 16 km, ojek daring memang memakan waktu yang tidak terlalu jauh dengan MRT, kurang lebih 31 menit. Laju kendaraan berkisar 40 hingga 60 kilo meter per jam.
Baca: Merayap di Bawah Tanah hingga Menyundul Langit
Untuk rutenya, ojek daring memakai jalur berbeda. Pengemudi melewati Jalan Metro Pondok Indah, lalu melalui Jalan Pakubuwono, menuju Jalan Asia Afrika Senayan, Jalan Gatot Subroto, kemudian masuk ke dalam Jalan Thamrin, hingga melaju ke Bundaran HI.
Pengamantan
Medcom. id, selama perjalanan relatif ramai lancar, hanya terhenti di empat lampu merah, yaitu lampu merah Jalan Metro Pondok Indah, Senayan City, depan Hotel Mulia dan
pelican crossing di depan Gedung BCA. Tiap lampu merah, kendaraan terhenti selama 1-2 menit.
Dengan rute sejauh 16 km ini, ojek daring mengenakan tarif Rp38 ribu. Angka itu berbeda jauh dengan harga yang diajukan MRT sekitar Rp12.700-Rp15.100 untuk jarak 16 km. MRT pun bisa dianggap lebih unggul mengingat memberikan beragam fasilitas dan kenyamanan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)