Aliyah, pemilik 'sah' Porsche Cayman. Foto: Medcom.id/Krispen
Aliyah, pemilik 'sah' Porsche Cayman. Foto: Medcom.id/Krispen

Teka-teki Porsche di Rumah Berdinding Seng

Nasional pajak kendaraan pajak barang mewah
Sunnaholomi Halakrispen • 26 Desember 2018 18:29
Jakarta: Upaya petugas Samsat Jakarta Barat memburu pemilik mobil mewah merek Porsche akhirnya berakhir di sebuah rumah berdinding seng. Sayangnya, mobil yang tengah diburu karena menunggak pajak sebesar Rp28 juta itu tak ada di sana. Petugas hanya mendapati orang yang namanya tercantum di dalam STNK. Pemiliknya entah ke mana.

"Walaupun mobil dan pemilik aslinya tidak ada, tetap akan kita blokir mobil itu," kata Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB BBNKB) Jakarta Barat, Elling Hartono, di Jalan Karya Barat IV, RT 09 RW 03 Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu, 26 Desember 2018.

Pemiliknya ternyata memakai nama Aliyah untuk kepentingan pribadi. Pemilik asli lolos dari pengejaran, justru Aliyah yang didatangi petugas Samsat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Pencarian Aliyah sudah berlangsung empat hari. Berkat bantuan ibu ketua RT, petugas Samsat akhirnya bisa menemukan rumah Aliyah.  "Sudah dari Minggu (23 Desember) datang ke sini. Karena tidak juga menemukan wajib pajaknya, makanya hari ini kami bersama Bu RT mencari. Alhamdulillah bisa bertemu dengan pemilik kendaraan yang tidak sesuai dengan KTP," tutur Elling.

Biang kerok kerumitan ini tak lain adalah suami Aliyah, Andi, 53. Andi meminjamkan KTP Aliyah kepada bosnya yang hendak menjual mobil tersebut. Jadilah pemilik 'sah' mobil itu adalah Aliyah karena sudah dilakukan proses ganti nama.

Data di Samsat Jakarta Barat menyatakan Aliyah adalah pemilik mobil berbanderol Rp700 juta hingga Rp4 miliar itu. Aliyah pula yang harus menanggung pajak yang tertunggak setahun sebesar Rp28 juta.

Ada di luar negeri

Setelah ditelusuri, pemilik sah Porsche itu sedang berada di luar negeri. "Pemilik Porsche sebenernya sudah kita dapatkan, baik nama maupun nomor ponselnya. Tapi, dia sedang di luar negeri, jadi belum sempat bayar pajak," ujar Elling.

Mengenai perbedaan nama kepemilikan, kata dia, sebenarnya tak masalah asalkan taat membayar pajak. "Tidak ada masalah, tapi kalau bagi nama yang digunakan untuk kendaraan tersebut keberatan, ya bisa dilaporkan ke polisi dengan delik aduan pencemaran nama baik," tuturnya.

Kapok

Andi mengaku kapok meminjamkan lagi KTP istrinya untuk orang lain. "Ini jadi pelajaran buat saya ke depan. Saya gak mau lagi meminjamkan KTP," kata dia.

Andi bercerita, bosnya adalah warga asli Bangka. "Dia orang daerah, orang daerah kan enggak bisa beli mobil di Jakarta. Karena kenal, jadi pinjam atas nama istri saya," tutur Andi.

Meski berhak mengadukan persoalan ini ke polisi, Andi enggan. Ia memutuskan untuk mengatasinya secara kekeluargaan. "Karena dia pinjamnya baik-baik. Izin ngejualnya juga baik-baik," kata dia beralasan.


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi