Ilustrasi siswa belajar di ruang kelas. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi siswa belajar di ruang kelas. Medcom.id/M Rizal

DKI Didorong Biayai Siswa Tak Mampu di Sekolah Swasta

Nasional PPDB 2020 PPDB DKI Jakarta
Cindy • 15 Juli 2020 07:52
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta menggratiskan biaya pendidikan bagi peserta didik tidak mampu di sekolah swasta. Sebab, masyarakat tidak mampu yang tertolak sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 berpotensi putus sekolah.
 
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mengakui sistem zonasi PPDB berguna untuk pemerataan akses pendidikan ke sekolah. Namun, sistem tersebut tidak boleh diskriminatif.
 
"Banyak yang harus putus sekolah karena terpinggirkan oleh sistem. Saya pimpinan perempuan satu-satunya, berdosa saya kalau sampai ada anak di DKI putus sekolah. Ibu-Ibu lapor saya semua," kata Zita lewat keterangan tertulis, Rabu, 15 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zita mengatakan Pemprov DKI harus membebaskan biaya pendidikan bagi siswa tidak mampu yang masuk sekolah swasta. Mengingat beban masyarakat menjadi semakin berat selama pandemi covid-19 (korona).
 
Politikus PAN itu ingin warga tidak mampu mendapat dukungan dari pemerintah selama pandemi. Dia mengaku mendapat ide pembebasan biaya pendidikan tersebut dari daerah.
 
"Daerah yang tidak seberlimpah DKI Jakarta saja mampu gratiskan seperti di Brebes. Ini tanggung jawab kita semua sebagai wakil rakyat. Jadi, yang tidak mampu tidak boleh putus sekolah, masuk swasta harus dibantu," ujarnya.
 
Zita mengajak masyarakat juga mengawasi terus proses tersebut. Menurutnya, keberpihakan pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan sedang diuji dalam PPDB 2020 ini.
 
"Gratiskan swasta bagi yang tidak mampu, tidak boleh ada yang terdiskriminasi karena sistem penerimaan," tutup Zita.
 

(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif