Ilustrasi virus korona/Medcom.id
Ilustrasi virus korona/Medcom.id

Gara-gara Korona

Nasional Virus Korona Formula E Rangkuman Nasional
Achmad Zulfikar Fazli • 11 Maret 2020 21:29
Jakarta: Tarik ulur perhelatan Formula E di Jakarta terjawab. Pemprov DKI Jakarta menunda ajang balapan mobil listrik tersebut. Musababnya, kasus virus korona (covid-19) yang merebak di Indonesia, khususnya Jakarta.
 
Adu balap jet darat tersebut rencananya digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 6 Juni 2020. Pemprov DKI Jakarta tak khawatir dengan penundaan ini. Biaya yang dialokasikan Pemprov DKI pada tahap pertama untuk Formula E sekitar £20 juta (Rp370 miliar) belum diotak-atik.
 
Penundaan juga bukan hanya terjadi di Jakarta. Formula E yang sedianya digelar di Roma, Italia, Sabtu, 4 April 2020, ditunda. Seri balap di Sanya, Tiongkok, Sabtu, 21 Maret 2020 pun ditangguhkan. Lagi-lagi karena penyebaran virus korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di luar Tiongkok, Italia cukup parah dilanda virus korona. Italia bahkan menutup pintu masuk setelah ada 9.172 kasus dengan 463 orang meninggal.
 
Di Indonesia, jumlah orang terjangkit virus korona terus bertambah. Tercatat, ada 34 pasien positif korona.
 
Satu warga negara asing juga meninggal setelah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Indonesia. Pasien berusia 53 tahun itu juga menderita hipertensi, diabetes, dan hipertiroid sebelum terjangkit korona.
 
Berikut dampak korona di Jakarta:

1. Tinjau Ulang

Panitia penyelenggara (panpel) meninjau ulang Formula E di Jakarta 6 Juni 2020. Pasalnya, jumlah korban pasien positif korona di Indonesia hingga hari ini mencapai enam orang dan 23 orang dinyatakan terduga.
 
Tiga bulan menjelang penyelenggaraan, panpel berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan mengenai tindak lanjut adu balapan mobil bertenaga listrik itu. Keputusan akan diambil demi kepentingan dan keselamatan bersama.
 
"Kami sangat memperhatikan kondisi ini sehingga menjadi pertimbangan-pertimbangan penting terhadap Jakarta E-Prix," kata Director of Communication and Sustainability, OC Formula E Jakarta, Felicia di Jakarta seperti dilansir Antara, Senin, 9 Maret 2020.
 
Selengkapnya baca di sini: Penyelenggara Tinjau Ulang Formula E di Jakarta Imbas Korona
 
Gara-gara Korona

Ilustrasi gelaran Formula E. AFP/Kenzo Tribouillard

2. Formula E Ditunda

Penundaan perhelatan balap mobil listrik, Formula E, di kawasan Monumen Nasional (Monas), Sabtu, 6 Juni 2020 diketahui dari surat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Organizing Committee Jakarta E- Prix. Surat dibuat pada Senin, 9 Maret 2020, dengan nomor 117/-1.857.73.
 
"Mencermati perkembangan covid-19 di berbagai belahan dunia khususnya di Jakarta, maka penyelenggaraan Formula E yang semula dijadwalkan pada bulan Juni 2020 agar ditunda pelaksanaannya," kata Anies dalam surat itu, Rabu, 11 Maret 2020.
 
Selengkapnya baca di sini: Formula E Ditunda Akibat Korona

3. Biaya Komitmen Tak Hangus


Anies mengeklaim tidak ada denda penalti atas penundaan ajang balap mobil listrik Formula E di Monas. Biaya komitmen £20 juta (Rp370 miliar) yang sudah dibayar Desember 2019 masih utuh.
 
"Tidak hangus untuk commitment fee," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Maret 2020.
 
Selengkapnya baca di sini: Anies Klaim Biaya Komitmen Formula E Rp370 Miliar Tak Hangus
 
Gara-gara Korona

Ilustrasi: Medcom.id
 
Pemprov DKI Jakarta sebelumnya juga menyetop sementara penerbitan izin keramaian pascapengumuman pasien positif virus korona. Pemprov DKI Jakarta sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan penyelenggara kegiatan (EO)
 
"Terkait dengan pelaksanaan kegiatan yang sedang terjadi dan akan terjadi di DKI Jakarta," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.
 
Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta Benni Agus Candra pun mengeluarkan instruksi penghentian layanan perizinan dan nonperizinan yang menghadirkan banyak orang. Instruksi Nomor 27 Tahun 2020 itu kelanjutan dari instruksi Gubernur Anies Baswedan Nomor 16 Tahun 2020.
 
Dalam instruksi yang diteken Benni, taman dan jalur hijau di Jakarta tak lagi boleh digunakan untuk sejumlah keperluan. Di antaranya syuting film, bazar, perlombaan, perkemahan, bedeng proyek, material, dan sejenisnya.
 
Kegiatan keolahragaan dan kepemudaan serta daftar pertunjukan temporer, termasuk konser juga tak diberi izin lagi. Penghentian perizinan ini berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif