Anggota DPRD DKI Fraksi PSI William Aditya Sarana. MI/Saskia Anindya.
Anggota DPRD DKI Fraksi PSI William Aditya Sarana. MI/Saskia Anindya.

PSI Tak Puas Alasan Salah Input Anggaran Pemprov DKI

Nasional pemprov dki kisruh apbd dki
Theofilus Ifan Sucipto • 30 Oktober 2019 11:28
Jakarta: Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Susi Nurhati berdalih terjadi kesalahan pengisian data anggaran pengadaan lem Aibon Rp82 miliar dalam rancangan KUA-PPAS 2020. Anggota DPRD DKI Fraksi PSI William Aditya Sarana tak puas dengan alasan itu.
 
"Saya tidak puas dengan alasan salah input di sistem e-budgeting Pemerintah Provinsi DKI," kata William di Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.
 
William menyebut pembahasan anggaran Pemprov DKI seharusnya disusun rapi dan final. Seharusnya, tak ada kesalahan fatal seperti kesalahan pengisian data seperti dalih Disdik DKI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apa benar kesalahan input atau jangan-jangan baru diperbaiki karena masyarakat teriak?" kata William.
 
Proses pengisian data seharusnya terekam dalam sistem e-budgeting. Ia meminta Pemprov DKI meneliti rekaman digital tersebut.
 
William menduga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak mengetahui isi rancangan anggaran itu. Seharusnya gubernur memastikan anggaran tepat sasaran.
 
"Jangan-jangan ada banyak yang 'salah input', tapi tidak diketahui publik karena rinciannya ditutup-tutupi,” tutur William.
 
Sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana menyoroti anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk pembelian lem Aibon hingga Rp8,2 miliar. William menyindir Dinas Pendidikan DKI memberikan dua kaleng lem Aibon kepada murid per bulan.
 
Dinas Pendidikan DKI Jakarta berdalih terjadi kesalahan pengisian anggaran dalamrancangan KUA-PPAS 2020. Mereka akan menyelidiki kesalahan pengisian anggaran itu.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif