Ilustrasi LRT. ANT/Siswowidodo.
Ilustrasi LRT. ANT/Siswowidodo.

Kemenhub Minta Jalur LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama Diubah

Nasional proyek lrt
Putri Anisa Yuliani • 09 Desember 2019 17:49
Jakarta: Direktur Prasarana Perkeretaapian Ditjen Kereta Api Kementerian Perhubungan Heru Wisnu Wibowo menyinggung trase (jalur) lintas raya terpadu (LRT) Jakarta Koridor 2 Pulo Gadung-Kebayoran Lama. Jalur itu berhimpitan dengan MRT koridor timur-barat, Cikarang-Ujung Menteng-Kalideres-Balaraja.
 
Koridor timur-barat MRT Jakarta akan bertemu dengan koridor selatan-utara, rute Lebak Bulus-Kota di Sarinah. Di sisi lain, rute LRT Jakarta koridor 2 juga akan melintasi Jalan Kebon Sirih menuju Tanah Abang hingga Kebayoran Lama.
 
"Iya, itu sebaiknya diubah ya. Karena sangat sulit jika nanti berhimpitan," kata Heru dalam Diskusi Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) sore ini di Gedung Dinas Teknis, Jalan Taman Jati Baru, Jakarta Pusat, Senin, 9 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Heru mengaku tak setuju dengan pembangunan LRT yang dianggap tak sesuai dengan kajian jumlah penumpang. Pemprov DKI sebaiknya membangun moda raya terpadu (MRT) jika jumlah penumpang mencapai 100 ribu.
 
"Karena jika 'demand' tersebut meningkat sampai 100ribu penumpang, LRT tidak akan mencukupi. MRT lebih baik karena kapasitasnya lebih besar bisa sampai 170ribu perhari," tutur Heru.
 
MRT Jakarta disebut tak bisa mengubah jalurnya. Sebab, antara MRT timur-barat dan selatan-utara akan bertemu dan berintegrasi di Stasiun Sarinah yang tahun depan akan mulai konstruksinya menuju ke Kota.
 
Heru juga menegaskan butuh waktu lebih lama menentukan trase MRT. Menurutnya mustahil memindahkan stasiun transit dari Sarinah ke titik lebih utara seperti Harmoni dan Sawah Besar.
 
"Karena kita mau menentukan stasiun di Monas saja pertarungannya sulit, Setneg hampir tidak setuju. Apalagi kalau ke Harmoni atau Sawah Besar yang semakin mendekati Istana. Sepertinya tidak mungkin," tegasnya.
 
Heru juga mendesak Pemprov DKI segera membuat rencana induk perkeretaapian di Jakarta agar peristiwa rute yang berhimpitan ini tidak terulang.
 
Sebelumnya, LRT Jakarta Koridor 2 Pulo Gadung-Kebayoran Lama direncanakan akan dibangun tahun depan dengan skema kerja sama pemda dan badan usaha (KPDBU). Ditaksir dana yang dibutuhkan adalah Rp15 triliun dan harus selesai pada 2022.
 
LRT ini akan melintasi Senen dan Tanah Abang. Dinas Perhubungan DKI Jakarta sendiri sudah mengajukan alokasi anggaran sebesar Rp151 miliar untuk pembelian lahan LRT Koridor 2 tahun depan.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif