Satpol PP Tertibkan PKL di Tanah Abang. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Satpol PP Tertibkan PKL di Tanah Abang. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

PKL Tanah Abang Masih Bandel

Nasional razia pkl
Theofilus Ifan Sucipto • 24 Januari 2019 12:23
Jakarta: Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) masih terlihat berjualan di kolong skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebagian besar pedagang menjajakan pakaian serta minuman.
 
PKL tersebut pun ditertibkan puluhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). PKL diminta tak menggelar dagangannya di kolong skybridge Tanah Abang , Jakarta Pusat.
 
"Kita memang rutin buat patroli karena masih banyak yang bandel jualan," kata salah satu anggota Satpol PP, Wahyudi, kepada Medcom.id di lokasi, Kamis 24 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam patrolinya, Satpol PP menyita sejumlah peralatan dagang seperti terpal serta meja dan kursi kecil. Bahkan, dalam temuannya, terdapat belasan botol minuman keras.
 
Sebagian besar barang yang diangkut tidak tak diketahui pemiliknya. Sebab, barang tersebut ditinggal pedagang di pinggir jalan.
 
Satpol PP mengamankan barang-barang tersebut agar pemilik barang tidak kembali berjualan. "Ambil saja semua, nanti dia bikin (tempat jualan) lagi," kata Kepala Satpol PP Tanah Abang Aries Cahyadi mengarahkan anggotanya.
 
Baca: Anies Mulai Jengkel dengan PKL Tanah Abang
 
Sementara, Rianto, salah satu PKL Tanah Abang pasrah melihat meja, kursi, gantungan baju, dan terpal miliknya diangkut. Pria yang menjual pakaian itu mengaku salah karena sudah jualan di trotoar.
 
"Ya, sudah mau bagaimana lagi. Saya yang salah sih," kata Rianto saat berbincang dengan Medcom.id di lokasi.
 
Dia mengeluhkan susahnya mencari lapak karena di skybridge Tanah Abang lapaknya sudah penuh. "Habis bagaimana ya, di atas (skybridge) sudah penuh, di pinggir (trotoar) enggak boleh," ujar Rianto.
 
Razia PKL oleh Satpol PP di kolong jembatan skybrigde Tanah Abang, Jakarta Pusat, berakhir ricuh, Kamis, 17 Januari 2019. Kericuhan berawal dari adu mulut antara PKL dan Satpol PP.
 
Kericuhan dipicu saat PKL tak terima barang dagangannya disita. PKL berupaya mengambil barang dagangan yang sudah diangkut ke atas truk petugas.
 
PKL kemudian melempari petugas Satpol PP dengan besi, kayu, dan batu. Sementara petugas Satpol PP tak bisa berbuat banyak dan menjauh dari lokasi.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif