Driver Go-Jek Tuntut Kesejahteraan
Ilsutrasi. Foto: MTVN/Fachri Audhia Hafiez.
Jakarta: Mitra Go-Jek menuntut PT Gojek Indonesia meningkatkan kesejahteraan mitranya. Permintaan itu dinilai wajar mengingat banyaknya pihak yang menanamkan investasi. Teranyar,  PT Gojek Indonesia menerima suntikan dana sebanyak Rp 2 Triliun dari PT Astra International Tbk.
 
Darmantyo, 56, mitra Go-Ride mengatakan, semakin banyaknya perusahaan yang berinvestasi di Go-Jek membuktikan perusahaan start-up tersebut menjanjikan. Namun, gelontoran investasi itu belum sepenuhnya dirasakan oleh para driver.
 
"Tarif per kilometer sekarang itu Rp1.400, buat naikin poin dan performa juga lama," kata Darmantyo di Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Februari 2018.
 
Pria yang sudah tiga tahun menjadi mitra Go-Ride itu menjelaskan, sejak pertama bergabung, tarif per kilometernya mencapai Rp 4 ribu. Darmantyo kala itu bisa membawa uang lebih dari Rp300 ribu per hari.
 
"Sekarang cuma dapat Rp200 ribu per hari mengandalkan bonus, tapi belum dipotong buat bensin, uang makan. Belum lagi kalau performa di bawah 55 persen bonus enggak turun," kata Darmantyo.
 
Ia berharap PT GoJek Indonesia memperhatikan para mitranya, minimal menaikkan tarif per kilometer. "Minimal tarifnya naik, mitra bisa sejahtera. Kadang buat dapat ngumpulin poin juga sulit," kata Darmantyo.

Baca: Dapat Dana Rp2 Triliun, Go-Jek Ingin Ekspansi hingga ke Papua
 
Meski demikian, dirinya tetap betah di Go-Jek. Penghasilan yang ia dapatkan masih mencukupi dibandingkan saat menjadi ojek pangkalan.
 
"Kalau dulu penghasilan enggak menentu, paling banyak Rp150 ribu," ujarnya.
 
Mitra Go-Car, Dolin mengaku terjadi perbedaan pendapatan dibanding awal bergabung. Penghasilannya dulu bisa mencapai Rp1 juta per hari.
 
"Sekarang paling banyak Rp400 ribu sampai Rp 500 ribu," kata Dolin kepada Medcom.id di Jalan Pejaten Raya, Jakarta Selatan.
 
Namun, ia menyadari mitra Go-Car tiap hari terus bertambah. Hal itu berdampak pada pendapatan. "Sekarang tergantung diri sendiri, mau dapat lebih ya harus rajin. Mau ada customer tidak enak, sabar saja," kata Dolin.
 
Saat ditanya mengenai penghasilan saat menjadi driver Go-Car dibandingkan pekerjaannya dulu, Dolin mengaku tidak jauh berbeda.
 
"Dulu saya berhenti jadi bekerja karena ada pengurangan karyawan, kalau dibandingkan kondisi lebih enak sekarang bisa ketemu keluarga kapan saja. Dari segi finansial enggak jauh beda," tutur Dolin.





(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id