Jakarta: Pembersihan sampah di Muara Angke, Jakarta Utara, terkendala karena sulit dijangkau alat berat. Akibatnya, pengerukan dilakukan dengan cara manual atau menggunakan tangan.
Menurut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pengerukan sampah dengan garpu besi pun tidak banyak membantu. Dibutuhkan 400 tenaga yang terdiri TNI, Petugas Sarana Umum (PPSU), dan Dinas Sumber Daya Air untuk membersihkan sampah-sampah tersebut.
"Lokasinya sulit karena berada di atas laut. Maka pembersihannya tidak bisa menggunakan alat-alat besar untuk mengangkut," kata Anies di hutan Mangrove, Muara Angke, Jakarta Utara, Senin 19 Maret 2018.
Setelah terkumpul, lanjut Anies sampah diangkut pakai kapal Tor dan tenaga manusia. Diklaim orang nomor satu di DKI Jakarta ini, sejauh ini sudah ada sekitar 50 ton sampah yang sudah diangkut.
"50 ton sudah diangkat dan diperkirakan masih ada lebih dari 50 ton lagi yang ada di sini," ujarnya.
Baca: Gaya Anies Ketika Pungut Sampah di Teluk Jakarta
Mayoritas sampah adalah limbah industri rumah tangga yang mengendap di area 1.000-1.200 meter persegi itu. Sampah-sampah itu bukan hanya berasal dari Jakarta, ada juga dari wilayah lain seperti Bekasi dan Tangerang.
Anies menyebut, fenomena ini masalah tahunan. Menurut dia, angin barat yang berembus di Desember-Februari biasa membawa sampah hingga mengendap di Teluk Jakarta Utara.
"Ini diduga sejak akhir Desember karena angin barat yang bergerak dan kemudian merusak lahan yang semula akan digunakan untuk mangrove dan budidaya bandeng," pungkasnya.
Oleh karenanya, mantan Menteri Pendidikan ini meminta seluruh masyarakat khususnya warga DKI Jakarta menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke laut.
Jakarta: Pembersihan sampah di Muara Angke, Jakarta Utara, terkendala karena sulit dijangkau alat berat. Akibatnya, pengerukan dilakukan dengan cara manual atau menggunakan tangan.
Menurut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pengerukan sampah dengan garpu besi pun tidak banyak membantu. Dibutuhkan 400 tenaga yang terdiri TNI, Petugas Sarana Umum (PPSU), dan Dinas Sumber Daya Air untuk membersihkan sampah-sampah tersebut.
"Lokasinya sulit karena berada di atas laut. Maka pembersihannya tidak bisa menggunakan alat-alat besar untuk mengangkut," kata Anies di hutan Mangrove, Muara Angke, Jakarta Utara, Senin 19 Maret 2018.
Setelah terkumpul, lanjut Anies sampah diangkut pakai kapal Tor dan tenaga manusia. Diklaim orang nomor satu di DKI Jakarta ini, sejauh ini sudah ada sekitar 50 ton sampah yang sudah diangkut.
"50 ton sudah diangkat dan diperkirakan masih ada lebih dari 50 ton lagi yang ada di sini," ujarnya.
Baca: Gaya Anies Ketika Pungut Sampah di Teluk Jakarta
Mayoritas sampah adalah limbah industri rumah tangga yang mengendap di area 1.000-1.200 meter persegi itu. Sampah-sampah itu bukan hanya berasal dari Jakarta, ada juga dari wilayah lain seperti Bekasi dan Tangerang.
Anies menyebut, fenomena ini masalah tahunan. Menurut dia, angin barat yang berembus di Desember-Februari biasa membawa sampah hingga mengendap di Teluk Jakarta Utara.
"Ini diduga sejak akhir Desember karena angin barat yang bergerak dan kemudian merusak lahan yang semula akan digunakan untuk mangrove dan budidaya bandeng," pungkasnya.
Oleh karenanya, mantan Menteri Pendidikan ini meminta seluruh masyarakat khususnya warga DKI Jakarta menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke laut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JMS)