medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana pembangunan jembatan layang atau flyover di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan. Rencana ini sudah lama dibuat untuk menghindari lintasan sebidang (pertemuan jalan raya dan rel kereta).
"Rencananya, Desember tahun ini akan dimulai pembangunan flyover di kawasan Permata Hijau, tepatnya di titik perlintasan kereta di wilayah itu," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Agus Priyono di Jakarta, Jumat (20/12/2014).
Menurut dia, pembangunan jalan layang tersebut bertujuan sebagai pemisah antara perlintasan kereta dengan jalan raya, sehingga tidak bersinggungan secara langsung.
"Flyover Permata Hijau dibangun karena kondisi persimpangan Jalan Permata Hijau dan Jalan Patal Senayan yang selalu padat dengan berbagai kendaraan, termasuk adanya lintasan kereta yang sering dilalui Commuter Line," ujar Agus.
Dia menuturkan banyaknya kereta yang melintas sama dengan jumlah kendaraan lain yang lalu lalang di kawasan tersebut. Jika ada kereta yang akan lewat dan perlintasan ditutup, maka terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang.
"Dengan adanya flyover ini, maka diharapkan arus lalu lintas akan semakin lancar dan meningkatkan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan, termasuk kereta api karena sudah tidak ada lagi perlintasan sebidang," tutur Agus.
Flyover ini akan memiliki panjang 544 meter dan lebar 10 meter.
Sementara itu, kontraktor yang akan melaksanakan pembangunan flyover tersebut, antara lain PT Brantas Abipraya, PT Multi Structure dan PT Lampiri Djaya Abadi. "Masa pembangunannya diperkirakan akan berlangsung selama satu tahun ke depan, sehingga pada Desember 2015, jembatan layang itu baru dapat dioperasikan," ungkap Agus.
medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana pembangunan jembatan layang atau flyover di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan. Rencana ini sudah lama dibuat untuk menghindari lintasan sebidang (pertemuan jalan raya dan rel kereta).
"Rencananya, Desember tahun ini akan dimulai pembangunan flyover di kawasan Permata Hijau, tepatnya di titik perlintasan kereta di wilayah itu," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Agus Priyono di Jakarta, Jumat (20/12/2014).
Menurut dia, pembangunan jalan layang tersebut bertujuan sebagai pemisah antara perlintasan kereta dengan jalan raya, sehingga tidak bersinggungan secara langsung.
"Flyover Permata Hijau dibangun karena kondisi persimpangan Jalan Permata Hijau dan Jalan Patal Senayan yang selalu padat dengan berbagai kendaraan, termasuk adanya lintasan kereta yang sering dilalui Commuter Line," ujar Agus.
Dia menuturkan banyaknya kereta yang melintas sama dengan jumlah kendaraan lain yang lalu lalang di kawasan tersebut. Jika ada kereta yang akan lewat dan perlintasan ditutup, maka terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang.
"Dengan adanya flyover ini, maka diharapkan arus lalu lintas akan semakin lancar dan meningkatkan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan, termasuk kereta api karena sudah tidak ada lagi perlintasan sebidang," tutur Agus.
Flyover ini akan memiliki panjang 544 meter dan lebar 10 meter.
Sementara itu, kontraktor yang akan melaksanakan pembangunan flyover tersebut, antara lain PT Brantas Abipraya, PT Multi Structure dan PT Lampiri Djaya Abadi. "Masa pembangunannya diperkirakan akan berlangsung selama satu tahun ke depan, sehingga pada Desember 2015, jembatan layang itu baru dapat dioperasikan," ungkap Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(BOB)