medcom.id, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan belum tahu ada kasus pelecehan seksual di taman kanak-kanak (TK) Jakarta International School (JIS), Jalan Terogong Raya, Pondok Indah, Jakarta Selatan. "Saya belum dapat laporan. Info kasus itu belum masuk ke Kementrian," kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim di kantor Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Selasa (15/4/2014).
Menurut Musliar, izin untuk sekolah, mulai dari TK sampai SMA ada di kabupaten atau kota setempat. Khusus di Ibu Kota, pengawasan ada di Dinas Pendidikan Pemda DKI Jakarta. "Tapi, kalau ada laporan, kami akan turunkan tim investigasi. Kami akan investigasi ke sana," kata Musliar.
Pelecahan seksual di JIS terbongkar lewat kecurigaan T, ibu korban. T menuturkan, kejadian yang menimpa anaknya terjadi sejak Maret silam. Menurut ia, kelakuan AK berubah drastis karena sering ketakutan, mengigau, dan berteriak histeris saat tidur. Awalnya, anaknya tidak mau menceritakan apa pun kepadanya, hingga akhirnya anaknya demam tinggi dan harus dibawa ke rumah sakit.
"Di RS itulah ternyata anak saya terkena Herpes. Dokter merasa janggal karena pasti ada pemicu mengapa anak saya terkena herpes," kata T.
Khawatir dengan keadaan anaknya, T langsung membawa AK ke psikolog. Berdasarkan, keterangan dari psikolog yang memeriksa anaknya, diketahui AK mengalami pelecehan seksual. AK menceritakan kepada sang psikolog yang melakukan tindak pelecehan adalah orang-orang berseragam biru. Jumlahnya lima orang.
"Saya ke sekolah anak saya untuk mencari tahu, satpam sekolah mengatakan yang mengunakan seragam biru itu hanya cleaning service," beber T.
Tiga dari lima tersangka sudah ditangkap. Mereka adalah AI, VA, dan AF. Yang disebut belakangan perempuan. AI dan VA sudah ditahan, sedangkan AF masih bisa mengirup udara kebebasan karena kepolisian tidak punya cukup bukti kuat buat membuinya. Sedangkan dua tersangka lainnya, ZA dan AN, masih diburu.
medcom.id, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan belum tahu ada kasus pelecehan seksual di taman kanak-kanak (TK) Jakarta International School (JIS), Jalan Terogong Raya, Pondok Indah, Jakarta Selatan. "Saya belum dapat laporan. Info kasus itu belum masuk ke Kementrian," kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim di kantor Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Selasa (15/4/2014).
Menurut Musliar, izin untuk sekolah, mulai dari TK sampai SMA ada di kabupaten atau kota setempat. Khusus di Ibu Kota, pengawasan ada di Dinas Pendidikan Pemda DKI Jakarta. "Tapi, kalau ada laporan, kami akan turunkan tim investigasi. Kami akan investigasi ke sana," kata Musliar.
Pelecahan seksual di JIS terbongkar lewat kecurigaan T, ibu korban. T menuturkan, kejadian yang menimpa anaknya terjadi sejak Maret silam. Menurut ia, kelakuan AK berubah drastis karena sering ketakutan, mengigau, dan berteriak histeris saat tidur. Awalnya, anaknya tidak mau menceritakan apa pun kepadanya, hingga akhirnya anaknya demam tinggi dan harus dibawa ke rumah sakit.
"Di RS itulah ternyata anak saya terkena Herpes. Dokter merasa janggal karena pasti ada pemicu mengapa anak saya terkena herpes," kata T.
Khawatir dengan keadaan anaknya, T langsung membawa AK ke psikolog. Berdasarkan, keterangan dari psikolog yang memeriksa anaknya, diketahui AK mengalami pelecehan seksual. AK menceritakan kepada sang psikolog yang melakukan tindak pelecehan adalah orang-orang berseragam biru. Jumlahnya lima orang.
"Saya ke sekolah anak saya untuk mencari tahu, satpam sekolah mengatakan yang mengunakan seragam biru itu hanya
cleaning service," beber T.
Tiga dari lima tersangka sudah ditangkap. Mereka adalah AI, VA, dan AF. Yang disebut belakangan perempuan. AI dan VA sudah ditahan, sedangkan AF masih bisa mengirup udara kebebasan karena kepolisian tidak punya cukup bukti kuat buat membuinya. Sedangkan dua tersangka lainnya, ZA dan AN, masih diburu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)