ilustrasi:ist
ilustrasi:ist

Serial: Bule "Sakit" Mengancam Anak-Anak (1)

Fitra Iskandar • 25 April 2014 10:56
medcom.id, Jakarta:  Jakarta International School (JIS) dalam dua pekan terakhir ini ramai diperbincangkan karena kasus kekerasan seksual terhadap anak terjadi di sana.  Kasus itu belum reda, fakta baru yang tak kalah mengejutkan muncul kepermukaan.
 
Federal Bureau of Investigation (FBI) mengungkapkan jati diri mantan guru JIS, William James Vahey.  Vahey yang mengajar di JIS selama 10 tahun dalam kurun waktu 1992—2002, ternyata seorang pedofilia.
 
FBI menduga korban Vahey tersebar di sekolah-sekolah di berbagai negara  tempat ia pernah bekerja.  Dikhawatirkan selama mengajar di JIS,  Vahey juga  memangsa korban untuk memenuhi hasratnya.  

Pengungkapan identitas pedofilia mantan guru JIS  yang asal  Amerika Serikat itu mengingatkan kembali rentetan kasus pedofilia yang pernah terjadi di Indonesia yang dilakukan warga asing.
 
Sejumlah kasus  pedofilia sempat mencuat kepermukaan. Dari sejumlah kasus, disinyalir, sebagian dari pelaku kekerasan seks pada anak itu terhubung dengan jaringan internasional.
 
Jaringan itu terbentuk melalui internet. Bule-bule "sakit" itu menyebar informasi disertai gambar anak-anak yang dipotret dalam keadaan telanjang. Dalam informasi mereka berbagi petunjuk mengenai daerah mana saja yang dapat diakses atau dimasuki.  Hal itu pernah diungkapkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika.
 
Para pengidap pedofilia itu kemudian masuk ke daerah tertentu dengan membawa bendera yayasan sosial asing atau pekerja sosial sukarela. Mereka royal  dan banyak membantu masyarakat yang kurang mampu.
 
“Persoalannya,  di Bali, misalnya, banyak desa miskin. Dan pelaku pedofilia, dianggap penolong karena mereka royal memberikan materi kepada korban,” ujar staf advokasi hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Denpasar, Siti Sapurah kepada Metrotvnews.com.
 
Di Bali tiga kasus pedofilia pernah ramai diberitakan media masa dalam kurun waktu 2004--2013. Pelakunya adalah  WN Australia William Stuart Born, Grandfield Philip Robert (Australia), Michel Heller (Prancis) dan Jacobus Vogel (Belanda). Sementara di Jakarta, pada 2006, dua orang pengajar di Indonesia Australia Language Foundation (IALF) terungkap sebagai pedofil.Korban keduanya adalah anak jalanan. (Bersambung).
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIT)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>