Jakarta: Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Pusat, Uripasih, mengingatkan akan ada sanksi tegas bagi sekolah bila terdapat anak didik yang terpapar covid-19 saat pembelajaran tatap muka (PTM). Sanksi berupa penutupan selama 5 hari.
"Ini dilakukan untuk mencegah adanya persebaran covid-19," ujar Uripasih, Jakarta, Senin, 3 Januari 2022.
Uripasih mengatakan guru bersama petugas kesehatan dari puskesmas akan melakukan pelacakan atau tracing terhadap pelajar yang terkontaminasi covid-19. Anak didik yang terakhir kontak dengan pelajar yang positif covid-19 akan langsung dites polymerase chain reaction (PCR).
"Pelajar yang covid-19 akan menjalani isolasi di rumah dan diawasi oleh puskesmas. Sekolah ditutup dan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan," terang dia.
Sebanyak 400 sekolah di Jakarta Pusat mulai menerapkan PTM 100 pada hari ini. Uripasih mengatakan pihaknya akan memonitoring 400 sekolah tersebut selama 1 minggu ke depan. Pengawasan meliputi kepatuhan anak didik dan guru dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).
"Sekolahan nantinya setiap dua hari sekali lakukan penyemprotan cairan disinfektan selama PTM," tegas dia.
Jaga Jarak 1 Meter
Uripasih menegaskan setiap bangku harus berjarak 1 meter selama proses PTM. Dia pun meninjau penerapan jaga jarak itu di SDN 17 Cempaka Putih.
"Kedatangan saya hanya memastikan apakah jarak antar pelajar SD ini bersentuhan atau tidak. Mereka merentang tangannya minimal 1 meter agar tidak bersentuhan," ujar Uripasih.
Suasana pembelajaran tatap muka (PTM). Medcom.id/Christian
Uripasih masih menemukan adanya bangku anak didik yang berdekatan. Dia bersama guru yang mengajar mengatur ulang tempat duduk agar tidak ada anak didik yang bersentuhan selama proses belajar.
"Tujuannya menghindari kontak fisik dan mencegah potensi penyebaran covid-19," kata dia.
540 Pelajar Ikut PTM
Sebanyak 540 anak didik di SDN 17 Cempaka Putih Barat mengikuti PTM. Jumlah tersebut 90 persen dari total kapasitas.
"Di sini jumlah siswa ada sekitar 560, jadi sisanya yang tidak datang hari ini izin," ucap Kepala Sekolah SDN 17 Cempaka Putih, Sanusin.
PTM di SDN 17 Cempaka Putih dilaksanakan dengan dua sesi, yakni pukul 06.30-08.30 WIB untuk kelas 1, 2, 5, dan 6 SD. Kemudian, pukul 09.00-10.30 untuk kelas 3 dan 4 SD.
Sementara itu, anak didik SDN 17 Cempaka Putih, Abimanyu, 9, mengaku senang bisa melakukan PTM. Dia sudah hampir dua tahun mengikuti pelajaran secara daring akibat pandemi covid-19.
"Senang, bisa ketemu Bapak dan Ibu guru, bisa bertemu dengan teman-teman satu kelas," kata dia.
Jakarta: Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Pusat, Uripasih, mengingatkan akan ada sanksi tegas bagi sekolah bila terdapat anak didik yang terpapar covid-19 saat pembelajaran tatap muka (
PTM). Sanksi berupa penutupan selama 5 hari.
"Ini dilakukan untuk mencegah adanya persebaran covid-19," ujar Uripasih, Jakarta, Senin, 3 Januari 2022.
Uripasih mengatakan guru bersama petugas kesehatan dari puskesmas akan melakukan pelacakan atau
tracing terhadap pelajar yang terkontaminasi covid-19. Anak didik yang terakhir kontak dengan pelajar yang positif covid-19 akan langsung dites
polymerase chain reaction (PCR).
"Pelajar yang covid-19 akan menjalani isolasi di rumah dan diawasi oleh puskesmas. Sekolah ditutup dan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan," terang dia.
Sebanyak 400 sekolah di Jakarta Pusat mulai menerapkan PTM 100 pada hari ini. Uripasih mengatakan pihaknya akan memonitoring 400 sekolah tersebut selama 1 minggu ke depan. Pengawasan meliputi kepatuhan anak didik dan guru dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).
"Sekolahan nantinya setiap dua hari sekali lakukan penyemprotan cairan disinfektan selama PTM," tegas dia.
Jaga Jarak 1 Meter
Uripasih menegaskan setiap bangku harus berjarak 1 meter selama proses PTM. Dia pun meninjau penerapan jaga jarak itu di SDN 17 Cempaka Putih.
"Kedatangan saya hanya memastikan apakah jarak antar pelajar SD ini bersentuhan atau tidak. Mereka merentang tangannya minimal 1 meter agar tidak bersentuhan," ujar Uripasih.
Suasana pembelajaran tatap muka (PTM). Medcom.id/Christian
Uripasih masih menemukan adanya bangku anak didik yang berdekatan. Dia bersama guru yang mengajar mengatur ulang tempat duduk agar tidak ada anak didik yang bersentuhan selama proses belajar.
"Tujuannya menghindari kontak fisik dan mencegah potensi penyebaran covid-19," kata dia.
540 Pelajar Ikut PTM
Sebanyak 540 anak didik di SDN 17 Cempaka Putih Barat mengikuti PTM. Jumlah tersebut 90 persen dari total kapasitas.
"Di sini jumlah siswa ada sekitar 560, jadi sisanya yang tidak datang hari ini izin," ucap Kepala Sekolah SDN 17 Cempaka Putih, Sanusin.
PTM di SDN 17 Cempaka Putih dilaksanakan dengan dua sesi, yakni pukul 06.30-08.30 WIB untuk kelas 1, 2, 5, dan 6 SD. Kemudian, pukul 09.00-10.30 untuk kelas 3 dan 4 SD.
Sementara itu, anak didik SDN 17 Cempaka Putih, Abimanyu, 9, mengaku senang bisa melakukan PTM. Dia sudah hampir dua tahun mengikuti pelajaran secara daring akibat pandemi covid-19.
"Senang, bisa ketemu Bapak dan Ibu guru, bisa bertemu dengan teman-teman satu kelas," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)