Jakarta: Lastri tak menyangka dirinya bisa bepergian keliling Ibu Kota meski fisiknya tidak sempurna. Bermodalkan telepon genggam, Lastri yang tidak memiliki kaki bisa memesan Transjakarta Cares untuk dijemput dirumahnya menuju halte Transjakarta.
"Sehari sebelum berangkat saya menghubungi call center Transjakarta di nomor 1500102. Besoknya langsung dijemput," kata Lastri beberapa waktu lalu.
Lastri selama ini selalu kesulitan ketika ingin bepergian. Minimnya angkutan umum yang ramah difabel membuat mobiltas dia terbatas. "Tidak semua orang peduli. Sekarang saya bersyukur bisa keliling Ibu Kota," ujarnya.
Tidak semua angkutan umum di Ibu Kota ramah difabel. Minimnya infrastruktur pendukung kadang menghambat mobilitas mereka. Hingga akhirnya keluar Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 160 Tahun 2016 tentang Pelayanan Transjakarta Gratis dan Bus Gratis Bagi Masyarakat.
PT Transjakarta meresponsnya dengan meluncurkan layanan khusus bagi difabel yang dinamai Transjakarta Cares. Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan, layanan ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI itu.
"Kaum difabel diharapkan tidak lagi menjumpai hambatan dalam mendapatkan moda transportasi yang aman, nyaman dan murah," kata Budi.
<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/1bVY4B1N" allowfullscreen></iframe>
Mobil Transjakarta Cares memang belum banyak, namun manfaatnya bisa langsung dirasakan kaum difabel, apalagi layanan ini gratis. Mobil diawaki oleh satu orang pramudi dan satu orang petugas khusus yang sudah dilatih untuk melayani difabel.
PT Transjakarta juga meluncurkan bus berkonsep ramah pada kaum disabilitas. Bus ramah disabilitas memiliki panjang 12 meter, tinggi 3,7 meter (3,5 meter saat dalam posisi terendah), dan lebar 2,5 meter dengan jenis low entry coaches.
Baca: DKI Jamin TransJakarta Ramah bagi Difabel
Bus ini terdiri dari 41 kursi, 2 kursi lipat, serta kapasitas 25 orang berdiri dengan total kapasitas 68-70 orang. Bermesin diesel, bus ramah disabilitas itu mengandalkan suspensi elektronik menggunakan balon udara.
Budi megatakan bus ramah disabilitas itu menggunakan teknologi kneeling sehingga bisa rendah di satu sisi untuk mempermudah kaum disabilitas dan lansia saat masuk dan keluar dari dalam bus.
PT Transjakarta juga melengkapinya dengan halte ramah difabel. Halte itu dilengkapi toilet masyarakat difabel. Untuk memudahkan pelanggan, halte ramah difabel diberi cat warna hijau muda pada tiang ram jembatan penghubung dengan JPO. Halte ramah difabel tersebar di seluruh koridor di lima wilayah Jakarta.
<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/yNLyQZPb" allowfullscreen></iframe>
Jakarta: Lastri tak menyangka dirinya bisa bepergian keliling Ibu Kota meski fisiknya tidak sempurna. Bermodalkan telepon genggam, Lastri yang tidak memiliki kaki bisa memesan Transjakarta Cares untuk dijemput dirumahnya menuju halte Transjakarta.
"Sehari sebelum berangkat saya menghubungi call center Transjakarta di nomor 1500102. Besoknya langsung dijemput," kata Lastri beberapa waktu lalu.
Lastri selama ini selalu kesulitan ketika ingin bepergian. Minimnya angkutan umum yang ramah difabel membuat mobiltas dia terbatas. "Tidak semua orang peduli. Sekarang saya bersyukur bisa keliling Ibu Kota," ujarnya.
Tidak semua angkutan umum di Ibu Kota ramah difabel. Minimnya infrastruktur pendukung kadang menghambat mobilitas mereka. Hingga akhirnya keluar Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 160 Tahun 2016 tentang Pelayanan Transjakarta Gratis dan Bus Gratis Bagi Masyarakat.
PT Transjakarta meresponsnya dengan meluncurkan layanan khusus bagi difabel yang dinamai Transjakarta Cares. Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan, layanan ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI itu.
"Kaum difabel diharapkan tidak lagi menjumpai hambatan dalam mendapatkan moda transportasi yang aman, nyaman dan murah," kata Budi.
Mobil Transjakarta Cares memang belum banyak, namun manfaatnya bisa langsung dirasakan kaum difabel, apalagi layanan ini gratis. Mobil diawaki oleh satu orang pramudi dan satu orang petugas khusus yang sudah dilatih untuk melayani difabel.
PT Transjakarta juga meluncurkan bus berkonsep ramah pada kaum disabilitas. Bus ramah disabilitas memiliki panjang 12 meter, tinggi 3,7 meter (3,5 meter saat dalam posisi terendah), dan lebar 2,5 meter dengan jenis low entry coaches.
Baca: DKI Jamin TransJakarta Ramah bagi Difabel
Bus ini terdiri dari 41 kursi, 2 kursi lipat, serta kapasitas 25 orang berdiri dengan total kapasitas 68-70 orang. Bermesin diesel, bus ramah disabilitas itu mengandalkan suspensi elektronik menggunakan balon udara.
Budi megatakan bus ramah disabilitas itu menggunakan teknologi kneeling sehingga bisa rendah di satu sisi untuk mempermudah kaum disabilitas dan lansia saat masuk dan keluar dari dalam bus.
PT Transjakarta juga melengkapinya dengan halte ramah difabel. Halte itu dilengkapi toilet masyarakat difabel. Untuk memudahkan pelanggan, halte ramah difabel diberi cat warna hijau muda pada tiang ram jembatan penghubung dengan JPO. Halte ramah difabel tersebar di seluruh koridor di lima wilayah Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)