Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali meresmikan fasilitas wudu dan toilet ramah disabilitas di Masjid El-Syifa. Foto: Medcom.id/M Syahrul Ramadhan.
Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali meresmikan fasilitas wudu dan toilet ramah disabilitas di Masjid El-Syifa. Foto: Medcom.id/M Syahrul Ramadhan.

Mengintip Masjid Ramah Difabel di Jakarta Selatan

Nasional kaum difabel penyandang disabilitas
Muhammad Syahrul Ramadhan • 21 Desember 2018 15:48
Jakarta: Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali meresmikan fasilitas wudu dan toilet ramah disabilitas di Masjid El-Syifa, Ciganjur, Jakarta Selatan. Dia merespons positif langkah ini.
 
“Hari ini masjidEl-Syifa memulai gerakan masjid disabilitas. Kita bikin di masjid di sini ada tempat masuk tempat wudu,” kata Marullah di lokasi, Jumat, 21 Desember 2018.
 
Marullah kaget Masjid El-Syifa punya kepedulian terhadap disabilitas. Dengan langkah ini, kata dia, diskriminasi bisa dihapuskan. Semua muslim bisa ikut beribadah di masjid.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ini namanya kesetiakawanan dan keadilan,” ujar dia.
 
Ia berharap hal ini diikuti oleh masjid-masjid lain di Jakarta. Dengan begitu, difabel di kawasan lain bisa ikut merasakan kemudahan beribadah di masjid.
 
“Mulainya dari ujung selatan di Jakarta Selatan mudah-mudahan ke depannya bisa merangsek sampai ke kawasan tengah,” tegas Marullah.
 
Masjid El-Syifa menyediakan fasilitas wudu dan toilet bagi pengguna kursi roda. Tempat wudu ini dibuat berbeda dari biasanya. Tersedia dua keran bagian atas dan bawah.
 
Mengintip Masjid Ramah Difabel di Jakarta Selatan
Fasilitas wudu ramah disabilitas di Masjid El-Syifa. Foto: Medcom.id/M Syahrul Ramadhan.
 
Keran bagian atas di desain menyerupai wastafel yang terbuat dari baja antikarat (stainless)dan bisa ditarik. Keran ini digunakan untuk berkumur, mengusap wajah, tangan, dan telinga.
 
Baca: Surakarta Luncurkan Jaringan Bisnis Daring Khusus Difabel
 
Ada juga cermin di bagian atas keran.Sementara itu, keran bagian bawah untuk mencuci kaki. Tempat wudu ini juga langsung menuju ke dalam masjid untuk memudahkan jemaah.
 
Marullah berharap masjid juga bisa menyediakan bantuan untuk difabel lainnya. Salah satunya, difabel tunarungu.
 
“Ke depannya, tunarungu juga harus tahu apa isi khotbah. Boleh nanti ada bahasa isyarat menjadi standar bagi di masjid-masjid tertentu”.
 
Peresmian fasilitas ini dihadiri oleh beberapa difabel. Mereka senang dengan adanya fasilitas ini. “Jadi, kami yang ingin salat ke masjid bisa dimudahkan untuk wudu,” jelas Yogi, seorang difabel.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif