Ilustrasi--MI/Atet Dwi Pramadia
Ilustrasi--MI/Atet Dwi Pramadia

DPRD DKI Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-489 DKI Jakarta

Nasional hut kota jakarta dprd dki
Intan fauzi • 22 Juni 2016 16:56
medcom.id, Jakarta: DPRD DKI Jakarta menggelar Rapat Paripurna Istimewa HUT DKI Jakarta. Tahun ini Ibu Kota memeringati hari jadinya ke-489.
 
Rapat Paripurna dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, pejabat pemerintah DKI Jakarta dan anggota dewan.
 
Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi (Pras) ini berlangsung terbuka. Pras didampingi keempat wakilnya, yakni Mohamad Taufik, Abraham Lunggana, Triwisaksana, dan Ferrial Sofyan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ulang tahun Jakarta tahun ini mengambil tema 'Jakarta Bersih, Maju, Melayani'. Pras berharap tema tersebut tidak hanya jargon semata. "Tapi secara nyata dapat dirasakan masyarakat Jakarta," kata Pras saat membuka rapat di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2016).
 
Pras menjelaskan, Jakarta yang bersih tidak selalu bermakna sungai dan kalinya yang harus bersih, melainkan juga penyelenggara pemerintahan daerah harus memiliki hati yang bersih dalam melaksanakan tugas. Dengan demikian, tidak ada lagi pejabat daerah yang melakukan korupsi.
 
Begitu juga Jakarta maju, Pras meminta pemerintah daerah memperbaiki pengelolaan anggaran agar penyerapan APBD bisa meningkat. Kader PDI Perjuangan itu menekankan pada opini wajar dengan pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada DKI Jakarta selama tiga tahun berturut-turut.
 
"Hal tersebut membuktikan tidak ada upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki pengelolaan aset daerah," ujar Pras.
 
Terakhir, dalam melayani, petugas pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) didorong untuk memaksimalkan pelayanan, tidak hanya melayani masyarakat sesuai prosedur baku saja. Petugas wajib memiliki kemampuan sesuai dengan bidangnya.
 
Pras mengatakan, saat ini masih banyak warga yang belum memahami peran dan fungsi PTSP, baik di tingkat kelurahan, kecamatan, kota, bahkan provinsi. "Sosialisasi PTSP harus disampaikan kepada masyarakat secara jelas, apa yang bisa diperoleh PTSP di kelurahan, kecamatan, begitu juga kotamadya dan pusat," jelas Pras.
 
(YDH)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif