medcom.id, Jakarta: Federal Beureu of Investigation (FBI) tengah mencari informasi seputar tersangka pedofilia bernama William James Vahey. Pria 64 tahun itu ternyata pernah bekerja sebagai pengajar di Jakarta International School.
Dalam data FBI, James diketahui mengajar di JIS pada periode 1992—2002. Ia menjadi pengajar mata pelajaran sosial untuk tingkat SLTP dan SLTA.
James Havey keluar dari Amerika Serikat sejak 1972. Ia gentayangan ke sejumlah negara dengan menjadi pengajar di sekolah-sekolah internasional. Negara-negara yang disinggahinya, selain Indonesia adalah Nikaragua, Inggris, Arab Saudi, Yunani, Iran dan Lebanon.
Vahey sendiri dikabarkan tewas karena bunuh diri pada 21 Maret 2014 di Luverne, Minnesota. Peristiwa itu terjadi hanya berselang dua hari setelah agen FBI di Houston mengeluarkan surat perintah untuk menggeledah komputer miliknya.
Sekolah Amerika di Managua, Nikaragua, tempat terakhir Vahey mengajar, telah menyerahkan komputer milik Vahey ke kedutaan besar AS di negara tersebut. Di Managua, Havey mengajar kelas sembilan untuk mata pelajaran geografi.
Dari komputer milik Vahey, FBI menemukan 90 foto pornografi anak laki-laki yang usianya antara 12—14 tahun. “FBI meminta bantuan publik untuk mengidentifikasi korban dari tersangka sejumlah kasus kekerasan anak, yang pernah mengajar di sejumlah sekolah Amerika di luar negeri, di sembilan negara berbeda sejak 1992. Korban-korbannya diperkirakan berusia 12—14 tahun yang mungkin tidak memahami apa yang terjadi terhadap mereka,” demikian FBI menulis dalam situsnya.
medcom.id, Jakarta: Federal Beureu of Investigation (FBI) tengah mencari informasi seputar tersangka pedofilia bernama William James Vahey. Pria 64 tahun itu ternyata pernah bekerja sebagai pengajar di Jakarta International School.
Dalam data FBI, James diketahui mengajar di JIS pada periode 1992—2002. Ia menjadi pengajar mata pelajaran sosial untuk tingkat SLTP dan SLTA.
James Havey keluar dari Amerika Serikat sejak 1972. Ia gentayangan ke sejumlah negara dengan menjadi pengajar di sekolah-sekolah internasional. Negara-negara yang disinggahinya, selain Indonesia adalah Nikaragua, Inggris, Arab Saudi, Yunani, Iran dan Lebanon.
Vahey sendiri dikabarkan tewas karena bunuh diri pada 21 Maret 2014 di Luverne, Minnesota. Peristiwa itu terjadi hanya berselang dua hari setelah agen FBI di Houston mengeluarkan surat perintah untuk menggeledah komputer miliknya.
Sekolah Amerika di Managua, Nikaragua, tempat terakhir Vahey mengajar, telah menyerahkan komputer milik Vahey ke kedutaan besar AS di negara tersebut. Di Managua, Havey mengajar kelas sembilan untuk mata pelajaran geografi.
Dari komputer milik Vahey, FBI menemukan 90 foto pornografi anak laki-laki yang usianya antara 12—14 tahun. “FBI meminta bantuan publik untuk mengidentifikasi korban dari tersangka sejumlah kasus kekerasan anak, yang pernah mengajar di sejumlah sekolah Amerika di luar negeri, di sembilan negara berbeda sejak 1992. Korban-korbannya diperkirakan berusia 12—14 tahun yang mungkin tidak memahami apa yang terjadi terhadap mereka,” demikian FBI menulis dalam situsnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIT)