Pemprov DKI Inginkan Fasilitas Pengolahan Sampah Segera Dibangun

Theofilus Ifan Sucipto 28 November 2018 04:37 WIB
polemik sampah jakarta
Pemprov DKI Inginkan Fasilitas Pengolahan Sampah Segera Dibangun
Ilustrasi sampah Jakarta. MI/Galih Pradipta
Jakarta: Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan pembangunan fasilitas pengolahan sampah atau Intermediate Treatment Facility (ITF) di Jakarta perlu segera dibangun. Sebab, jumlah sampah di Ibu Kota terus meningkat. 

"Sekarang saja sudah 7.250 ton per hari. Beberapa tahun ke depan masyarakat Jakarta bertambah, sampah bertambah," kata Isnawa di Gedung DPRD DKI, Selasa, 27 November 2018.

Isnawa menambahkan, dari 7.250 ton total sampah DKI Jakarta, 900 sampai 1.100 ton di antaranya adalah sampah plastik. Sampah jenis ini sulit terurai dan bisa membahayakan ekosistem laut.


Menurut Isnawa, keberadaan ITF bisa mengurangi sampah plastik. Pasalnya, ITF bisa mengurai sampah plastik tanpa membuat tumpukan sampah seperti di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang di Bekasi, Jawa Barat.

"Kandungan sampah maksimal di Bantar Gebang itu 49 juta meter kubik. Sekarang sudah di angka 39 juta meter kubik," ungkapnya.

Isnawa mengatakan, Dinas Kebersihan DKI Jakarta menargetkan groundbreaking ITS perdana di Sunter akan dilakukan pada 18 Desember 2018. Rencana ini bisa tertunda jika analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) belum selesai. "Pak Gubernur sudah mengingatkan jangan sampai ITF dibangun tanpa AMDAL," ujar Isnawa.




(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id