Ilustrasi. Foto: MI/Susanto
Ilustrasi. Foto: MI/Susanto

Hepatitis Akut Menyerang Anak Maksimal 16 Tahun

Nasional kesehatan anak kemenkes anak Hepatitis Akut
M Iqbal Al Machmudi • 05 Mei 2022 18:36
Jakarta: Dokter Anak konsultan Gastrohepatologi Hanifah Oswari menjelaskan hepatitis akut yang menyebabkan tiga pasien anak meninggal. Berdasarkan studi berbagai negara, tertua menimpa pasien umur 16 tahun.
 
"Sehingga tidak ada yang lebih dari 16 tahun. Dan kebanyakan berada di bawah 10 tahun, bahkan Inggris mengatakan bahwa penyakit ini menimpa anak-anak di bawah 5 tahun," jelas Hanifah dalam konferensi pers daring, Kamis, 5 Mei 2022.
 
Baca: Pakar Kesehatan: Hepatitis Akut Bukan Dari Vaksin Covid-19

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kasus yang ditemukan di Indonesia, dugaan kuat adalah hepatitis akut yang menimpa banyak negara. Saat ini sedang dalam investigasi Tim Kementerian Kesehatan untuk diteliti lebih dalam.
 
"Ada tim yang sedang meramu, menyusun, dan mengumpulkan data terkait kasus ini. Jadi memang 3 kasus yang RSCM datang dalam kondisi yang sangat berat sehingga tidak tertolong, dan Kemenkes sudah turun ke RSCM untuk penyelidikan epidemiologi terkait kasus ini," ungkap dia.
 
Hanifah menuturkan saat ini ada laporan penambahan kasus di Jakarta maupun di luar kota. Namun, masih diinvestigasi apakah termasuk keriteria hepatitis akut berat atau bukan.
 
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan ketiga pasien yang meninggal diduga akibat hepatitis akut sudah datang dalam kondisi yang sangat berat. Sehingga ketika dirawat di ICU sudah tidak tertolong.
 
"Memang memberikan waktu sedikit untuk rumah sakit memberikan tindakan pertolongan. Usia dari pasien yakni 2, 8, dan 11 tahun," kata Nadia.
 
Untuk pasien 2 tahun belum divaksin covid-19, usia 8 tahun baru 1 kali vaksin, dan 11 tahun sudah dosis lengkap dan ketiganya negatif covid-19. Sementara dari faktor risiko lainnya, tidak ditemukan riwayat anggota keluarga yang mengalami hepatitis atau penyakit kuning sebelumnya.
 
"Kemenkes tengah menginvestigasikan kontak mengenai faktor risiko. Dan masih dilakukannya pemeriksaan laboratorium terutama pemeriksaan adonavirus dan hepatitis E yang membutuhkan waktu sekitar 10-14 hari ke depan," jelasnya.
 
Umumnya kasus biasanya datang karena Hepatitis A, B, C, D, dan E, namun kasus kali ini bukan berasal dari virus yang sama dari kelima jenis hepatitis tersebut. Lebih khususnya lagi penyakit ini menyerang anak-anak di bawah 16 tahun, namun paling banyak pada anak usia di bawah 10 tahun.
 
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif