Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Medcom.id/Nur Azizah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Medcom.id/Nur Azizah

Anies: Jangan Ada Mudik Lokal

Nasional dki jakarta virus corona Ramadan 2020 PSBB
Cindy • 16 Mei 2020 19:53
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta warga Jakarta disiplin membatasi aktivitas ke luar rumah. Bahkan untuk mudik lokal ke wilayah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).
 
"Jangan ada mudik lokal, yang boleh adalah mudik virtual,” kata Anies lewat keterangan tertulis, Sabtu, 16 Mei 2020.
 
Dia mengingatkan aktivitas ke luar Jakarta harus sesuai aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Anies meminta warga tetap menerapkan protokol pencegahan covid-19 meski Idulfitri 1441 H tinggal menghitung hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lebaran atau tidak, sama saja. Virus tidak kenal nama hari. Tidak ada hari besar atau hari biasa. Tidak kenal lebaran atau tidak," kata Anies.
 
Menurut dia, masyarakat harus mematuhi semua ketentuan terkait PSBB. Jangan sampai kondisi Jabodetabek kembali ke Maret 2020, di mana penyebaran korona sangat masif.
 
Baca:Satpol PP DKI Berikan 8.103 Sanksi ke Pelanggar PSBB
 
Hal itu akan membuat usaha yang sudah berjalan selama dua bulan lebih menjadi sia-sia. "Ini adalah momentum kita menjaga untuk tetap berada di rumah,” kata Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.
 
Anies telah meneken Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020 tentang mekanisme perizinan keluar masuk wilayah Ibu Kota. Warga ber-KTP Jabodetabek tak perlu mengurus surat izin keluar masuk (SIKM).
 
Meski begitu, pergerakan orang di kawasan Jabodetabek hanya yang diizinkan dalam aturan PSBB atau keadaan mendesak. Sebanyak 11 sektor yang diperbolehkan beraktivitas antara lain bidang kesehatan, bahan pangan baik makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi.
 
Selain itu, Anies membolehkan perusahaan bidang keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu. Terakhir yakni bidang yang beroperasi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
 

(ADN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif