Pejalan kaki melintasi lokasi yang akan ditertibkan oleh pemprov DKI di Kalijodo, Jakarta Utara, Kamis 18 Februari 2016. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia
Pejalan kaki melintasi lokasi yang akan ditertibkan oleh pemprov DKI di Kalijodo, Jakarta Utara, Kamis 18 Februari 2016. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia

Muncikari di Kalijodo Pulang Kampung

Wanda Indana • 19 Februari 2016 16:51
medcom.id, Jakarta: Subadriah sibuk mengemasi barang-barang sejak pagi tadi. Dia bersiap meninggalkan Kalijodo.
 
Perempuan 65 tahun itu sudah 40 tahun hidup di Kalijodo. Ia menjadi muncikari dan menjual minuman, teman pria hidung belang saat kencan.
 
Warga Lumajang, Jawa Timur, ini berjanji tidak akan kembali lagi ke Kalijodo. "Mau pulang kampung. Di sini sudah tidak bisa jualan lagi," kata Subadriah, Jumat (18/2/2016).

Muncikari di Kalijodo Pulang Kampung
Kalijodo mulai sepi. Kamis 18 Februari 2016. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia
 
Subadriah mengasuh 20 pekerja seks. Sasaran pengguna masyarakat menengah ke bawah. Tarif untuk sekali kencan Rp150 ribu.
 
Pembagian uang itu, Rp20 ribu untuk Subadriah, Rp30 ribu untuk biaya kamar, dan Rp100 untuk 'kupu-kupu malam'.
 
Pekerja seks dinaungan nenek empat anak ini wanita remaja hingga dewasa. Mayoritas bukan warga Jakarta.
 
"Anciang itu cantik, sinfo itu baru (perawan). Kalau servis ada yang yung, itu bisa dimainin atas bawah," ujar Subadriah terkekeh.
 
Muncikari di Kalijodo Pulang Kampung
Anggota Satpol PP menempelkan surat peringat 1 di setiap bangunan di Kalijodo agar segera dikosongkan. Antara Foto/Reno Esnir
 
Agar kantong semakin tebal, Subadriah menjual minuman. Biasanya, pria hidung belang memesan minuman saat duduk sambil memilih pasangan atau saat kencan.
 
Subadriah mengatakan, pendapatannya dari bisnis prostitusi dan menjual minuman mencapai Rp10 juta per bulan. Tahun lalu, ia rata mengantongi Rp100 per hari. "Tahun ini menurun," katanya.
 
Kalijodo terkenal karena banyak tempat prostitusi, bar, dan kafe yang menjual  minuman keras. Sejak rencana Pemerintah DKI menggusur bangunan di Kalijodo mencuat, bisnis terlarang di sana pelan-pelan kurang diminati.
 
Muncikari di Kalijodo Pulang Kampung
Warga Kalijodo meminta ganti rugi. Namun Ahok sudah menegaskan tidak ada ganti rugi karena lahan itu milik pemerintah. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia
 
Pemerintah akan menggusur bangunan di Kalijodo karena kawasan itu masuk lahan hijau. Setelah bangunan rata dengan tanah, kawasan itu diubah menjadi ruang terbuka hijau.
 
Saat ini, ruang terbuka hijau di Jakarta masih 9,8 persen dari total luas wilayah. Target pemerintah ruang terbuka hijau 30 persen dari luas wilayah Jakarta.
 
Sebelumnya, pemerintah mengembalikan fungsi lahan hijau salah satunya Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio. Informasi yang diterima Metrotvnews.com, bangunan di Kalijodo digusur pada 29 Februari.
 
Muncikari di Kalijodo Pulang Kampung
Ahok (kiri) berbincang dengan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi (tengah) dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana (kanan), Rabu 17 Februari 2016. Antara Foto/Widodo S. Jusuf

 
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan jumlah ruang terbuka hijau di Jakarta terus menurun. Padahal, kata dia, idealnya sebuah ruang terbuka hijau adalah sebesar 30 persen dari jumlah luas wilayah.
 
"DKI pernah capai ruang terbuka hijau 10 persen. Tapi sekarang turun di bawah 10 persen," ujar Ahok, sapaan Basuki.
 
Ahok menjelaskan, luas tanah di Ibu Kota tak akan bertambah. Sedangkan lahan yang seharusnya untuk ruang terbuka hijau banyak yang dikuasai warga.
 
Muncikari di Kalijodo Pulang Kampung
Kalijodo (warna hijau) dalam maket rencana tata kota milik Dinas Tata Kota DKI Jakarta. Foto: MTVN/Intan Fauzi
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan