Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal mencari tahu alasan Pemerintah Pusat memasukkan enam ruas tol dalam kota DKI Jakarta dalam program strategi nasional. Ia akan meminta penjelasan secara resmi.
"Kita akan bicara sama pemerintah pusat, kita akan dengar. Saya sendiri belum pernah mendengar secara langsung mengapa menjadi program strategis nasional. Tentu ada penjelasannya. Nanti kita akan komunikasi lebih jauh," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Juli 2018.
Anies memang sering bertemu dengan Presiden Joko Widodo maupun Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Namun, mereka lebih banyak membahas persiapan Asian Games 2018.
"Karena itu kita harus lihat apakah ada kontrak, nanti kita lihat dulu," ujarnya.
Mantan Mendikbud ini menjelaskan pembahasan tersebut harus dilakukan secara resmi. Ia berniat mengirim surat kepada Bambang maupun Jokowi.
"Kalau sudah selesai nanti kita sampaikan. Kita harus dapat jawaban resmi dari situ nanti ada perbincangan resmi," tuturnya.
Baca: Pemprov DKI Ingin Dilibatkan dalam Proyek 6 Ruas Tol
Anies sempat menolak pembangunan enam ruas tol dalam kota saat kampanye Pilkada DKI 2017. Menurutnya, pembangunan tersebut hanya menambah kemacetan.
Saat ini proyek pembangunan masuk dalam fase 1 sepanjang 30 kilometer. Pengerjaan dibagi tiga seksi, saat ini sedang pengerjaan Seksi A sepanjang 9 kilometer, yang menghubungkan Kelapa Gading dan Pulogebang.
Pengerjaan Seksi B akan dimulai pada Oktober 2018. Saat ini pengerjaan baru mencapai 16 persen. Pembangunan proyek enam tol dalam Kota Jakarta dikerjakan sejak Februari 2017 dan akan dilengkapi halte TransJakarta dalam tol tersebut. Seksi A terdiri atas Kelapa Gading-Pulogebang sepanjang 9,3 kilometer.
Seksi B terbentang dari Grogol-Semanan sepanjang 8,3 kilometer. Terakhir Seksi C Grogol-Kelapa Gading sepanjang 12,3 kilometer.
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal mencari tahu alasan Pemerintah Pusat memasukkan enam ruas tol dalam kota DKI Jakarta dalam program strategi nasional. Ia akan meminta penjelasan secara resmi.
"Kita akan bicara sama pemerintah pusat, kita akan dengar. Saya sendiri belum pernah mendengar secara langsung mengapa menjadi program strategis nasional. Tentu ada penjelasannya. Nanti kita akan komunikasi lebih jauh," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Juli 2018.
Anies memang sering bertemu dengan Presiden Joko Widodo maupun Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Namun, mereka lebih banyak membahas persiapan Asian Games 2018.
"Karena itu kita harus lihat apakah ada kontrak, nanti kita lihat dulu," ujarnya.
Mantan Mendikbud ini menjelaskan pembahasan tersebut harus dilakukan secara resmi. Ia berniat mengirim surat kepada Bambang maupun Jokowi.
"Kalau sudah selesai nanti kita sampaikan. Kita harus dapat jawaban resmi dari situ nanti ada perbincangan resmi," tuturnya.
Baca: Pemprov DKI Ingin Dilibatkan dalam Proyek 6 Ruas Tol
Anies sempat menolak pembangunan enam ruas tol dalam kota saat kampanye Pilkada DKI 2017. Menurutnya, pembangunan tersebut hanya menambah kemacetan.
Saat ini proyek pembangunan masuk dalam fase 1 sepanjang 30 kilometer. Pengerjaan dibagi tiga seksi, saat ini sedang pengerjaan Seksi A sepanjang 9 kilometer, yang menghubungkan Kelapa Gading dan Pulogebang.
Pengerjaan Seksi B akan dimulai pada Oktober 2018. Saat ini pengerjaan baru mencapai 16 persen. Pembangunan proyek enam tol dalam Kota Jakarta dikerjakan sejak Februari 2017 dan akan dilengkapi halte TransJakarta dalam tol tersebut. Seksi A terdiri atas Kelapa Gading-Pulogebang sepanjang 9,3 kilometer.
Seksi B terbentang dari Grogol-Semanan sepanjang 8,3 kilometer. Terakhir Seksi C Grogol-Kelapa Gading sepanjang 12,3 kilometer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)