Ilustrasi--Lokasi pembangunan Stadion BMW, Sunter, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga
Ilustrasi--Lokasi pembangunan Stadion BMW, Sunter, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga

Memori Banding Lahan Stadion BMW Didaftarkan Usai Lebaran

Nasional stadion bmw
Putri Anisa Yuliani • 20 Mei 2019 13:27
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beserta Badan Pertanahan Nasional (BPN) DKI Jakarta akan mendaftarkan memori banding putusan atas lahan Stadion Bersih Manusiawi Berwibawa (BMW) setelah lebaran. Saat ini Pemprov bersama BPN sedang mempersiapkan segala keperluan dokumen, guna melengkapi pengajuan banding atas kepemilikan lahan seluas 6,9 hektare tersebut.
 
"Ya saat ini sedang mempersiapkan segala sesuatu kelengkapannya. Nanti rencananya memori banding akan kita daftarkan setelah lebaran," kata Kepala Biro Hukum DKI Yayan Yuhanah kepada Media Indonesia, Senin, 20 Mei 2019.
 
Sebelumnya, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) telah mengabulkan gugatan PT Buana Permata Hijau dengan membatalkan sertifikat hak pakai no 314-315 lahan Stadion BMW milik Pemprov DKI yang sebelumnya dibebaskan lewat konsinyasi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 1994.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Atas putusan itu, BPN DKI sebagai tergugat 1 dan Pemprov DKI sebagai tergugat 2 sepakat mengajukan banding. Pihaknya pun telah melakukan pertemuan dengan BPN DKI pada pekan lalu guna membahas persiapan yang diperlukan.
 
"Sudah bertemu sekali. Rencananya nanti ada rapat lanjutan terus untuk persiapan ini itu. Namanya juga mau berperkara di pengadilan kita harus siapkan semuanya jangan sampai ada yang kurang," tegasnya.
 
Baca: Pembangunan Stadion BMW Dianggap Ilegal

Yayan pun menegaskan pihaknya akan memperjuangkan lahan Stadion BMW yang telah diresmikan pembangunannya oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 14 Maret lalu hingga ke titik maksimal.
 
Ia pun optimis akan memenangkan gugatan seperti halnya pada gugatan yang juga diajukan PT Buana Permata Hijau atas sertifikat hak pakai No 250-251. Kasus itu berperkara hingga Peninjauan Kembali (PK) yang kemudian dimenangkan Pemprov DKI pada 2015.
 
"Ini lahan kan masih satu area sama sertifikat No 250-251. Di gugatan itu kami bisa memang. Yang ini juga pasti akan kami perjuangkan sampai PK dan kami yakin bisa menang," ujarnya.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif